Haul ke-55 Mbah Wahab Chasbullah, Gibran Bagikan Sepeda ke Santri

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 10 Mei 2026 | 16:52 WIB
Dua santri Ponpes Tambakberas mendapat sepeda dari Wapres Gibran (SinPo.id/ Setwapres)
Dua santri Ponpes Tambakberas mendapat sepeda dari Wapres Gibran (SinPo.id/ Setwapres)

SinPo.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sempat membagikan sepeda kepada dua santri saat menghadiri Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu, 10 Mei 2026. 

Di tengah sambutannya, Gibran secara spontan meminta panitia menghadirkan dua sepeda ke depan panggung. Ia kemudian memanggil dua santri untuk menjawab sebuah pertanyaan.

"Apa yang membuat kamu bangga menjadi santri?" tanya Gibran. 

Salah seorang santri asal Magelang, Ahmad Alfiro Ismail, lantas menjawab dengan penuh percaya diri. Ia menyampaikan bahwa kebanggaan menjadi santri terletak pada tiga nilai utama, yakni berakhlak, berilmu, dan mampu berkiprah di tengah masyarakat. 

Jawaban yang runtut dan penuh keyakinan itu langsung disambut tepuk tangan para hadirin.

"Saya bangga menjadi santri, karena dengan (menjadi) santri menjadikan saya termotivasi, terinspirasi, dengan tiga moto yang saya pegang teguh dan saya pegang secara kuat, yakni berakhlak, berilmu, dan juga berkiprah," tegasnya.

Menanggapi jawaban cerdas tersebut, Gibran pun memuji kemampuan Ahmad yang dinilai mampu menyampaikan gagasannya dengan runtut dan meyakinkan.

"Wah ini kayak debat Capres," candanya yang sontak mencairkan suasana.

Tak kalah menarik, seorang santriwati asal Jombang, Indi Febrianti Valentina, juga menyampaikan pandangannya. Menurutnya, kebanggaan menjadi santri lahir dari pendidikan akhlak serta dorongan untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga diajarkan adab, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian.

"Saya bangga menjadi santri karena seorang santri itu, selain dia mencari ilmu, tapi dia juga diajarkan untuk memiliki akhlak yang mulia. Seseorang yang diajarkan mencari ilmu saja sudah sangat susah, tapi kita juga dididik untuk memiliki akhlak yang baik. Selain itu, setelah kita sudah mencari ilmu dan mencari akhlak, setelahnya kita harus berkiprah. Sebagai santri harus bermanfaat di masyarakat," terangnya. 

Interaksi spontan tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian haul. Banyak peserta tampak antusias mengabadikan momen ketika kedua santri menerima hadiah sepeda dari Wapres.

Kehadiran Gibran di Tambakberas sendiri disambut ribuan santri, kiai, ulama, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Gibran mengajak para santri untuk meneladani semangat perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab sebagai tokoh pemersatu bangsa yang berpikiran maju dan cinta tanah air.

"Mbah Kiai Wahab adalah seorang tokoh penggerak yang mewarisi semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, dan komitmen kuat untuk kemajuan bangsa," ujar Gibran.

Gibran juga menekankan pentingnya kemampuan santri dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai akhlak dan kebangsaan.

"Indonesia butuh anak-anak muda, butuh santri yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan mampu beradaptasi. Sekarang ada konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, disrupsi teknologi, dan perubahan iklim. Santri-santri harus mampu beradaptasi,"ujarnya.

Selain itu, Gibran turut mengapresiasi langkah Pondok Pesantren Bahrul Ulum dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dengan membuka berbagai program studi di luar bidang keagamaan seperti pertanian, ekonomi, pendidikan, dan teknologi informasi.

Untuk itu, Gibran mengaku optimistis terhadap masa depan generasi muda pesantren.

"Jawabannya bagus-bagus. Calon pemimpin semua ini. Jadi tenang saja Pak Kiai, ini generasi-generasi penerusnya," tukas Gibran. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI