Haul ke-55 di Jombang, Gibran Ziarahi Makam Pendiri NU Mbah Wahab Chasbullah

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 10 Mei 2026 | 16:16 WIB
Wapres Gibran berziarah ke makam Mbah Wahab Chasbullah (SinPo.id/ Setwapres)
Wapres Gibran berziarah ke makam Mbah Wahab Chasbullah (SinPo.id/ Setwapres)

SinPo.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Chasbullah, sebelum menghadiri Peringatan Haul ke-55  di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Kehadiran Gibran menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa ulama sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan kalangan pesantren. 

Setibanya di area makam, pada Minggu, 10 Mei 2026, Gibran disambut oleh keluarga K.H. Abduh Wahab Chasbullah atau yang akrab dikenal sebagai Mbah Wahab, di antaranya K.H. Hasib Wahab, K.H. Cholid Mas'ud, H. Romahurmuziy, serta Ketua KPI Pusat, Ubaidillah.

Gibran kemudian memanjatkan doa untuk mengenang perjuangan dan pengabdian Kiai Wahab bagi umat, bangsa, dan negara, serta melakukan tabur bunga di pusara. Suasana khidmat mewarnai prosesi ziarah yang diikuti para ulama, pengurus pondok pesantren, serta tokoh daerah yang hadir.

Sebagai informasi, Mbah Wahab dikenal sebagai salah satu ulama pendiri NU sekaligus tokoh yang aktif memperjuangkan persatuan umat dan kemerdekaan bangsa. Semasa hidupnya, Mbah Wahab juga berperan besar dalam pembinaan generasi muda melalui pendidikan pesantren yang menanamkan nilai-nilai keislaman moderat dan cinta tanah air.

Mbah Wahab lahir di Jombang pada 31 Maret 1888. Ia adalah putra dari pasangan K.H. Hasbullah Said, Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur dengan Nyai Latifah. Mbah Wahab memiliki garis keturunan kepada Raja Brawijaya IV dan Brawijaya V pada jalur yang lain.

Pada tahun 1934 Mbah Wahab menulis lagu Syubbanul Wathan (Ya Lal Wathon) yang menekankan cinta tanah air adalah sebagaian dari iman. Hingga kini, lagu penggelora semangat kebangsaan tersebut banyak dinyanyikan khususnya di kalangan warga Nahdliyyin.

Mbah Wahab wafat di Jombang pada usia 83 tahun atau tepatnya pada 29 Desember 1971. Pada 7 November 2014, Mbah Wahab bersama dengan Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo, dan H.R. Muhammad Mangundiprojo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.

Turut mendampingi Wapres dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI