Pemprov DKI Keruk 205 Ribu Meter Kubik Sedimen sejak Januari 2026
SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeruk dan menguras 205.693 meter kubik sedimen dari waduk, situ, embung, sungai, hingga saluran penghubung di lima wilayah administrasi Jakarta sejak Januari hingga 30 April 2026.
Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung badan air dan mengurangi risiko genangan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Hendri mengatakan kegiatan pengerukan dan pengurasan dilakukan di 754 titik.
“Dengan rincian pengerukan 179.897 meter kubik dan pengurasan 25.796 meter kubik. Kegiatan ini dimulai sejak 2 Januari dan akan terus diperluas,” kata Hendri, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurut Hendri, titik pengerukan dan pengurasan tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Jakarta Timur menjadi wilayah dengan titik terbanyak, yakni 327 titik, disusul Jakarta Selatan 119 titik, Jakarta Barat 104 titik, Jakarta Utara 143 titik, dan Jakarta Pusat 61 titik.
Dia menjelaskan pengerukan dilakukan di saluran makro seperti sungai dan kali menggunakan alat berat. Adapun pengurasan diterapkan pada saluran mikro dan saluran penghubung dengan metode manual menggunakan alat sederhana seperti pacul, linggis, dan karung.
“Pengurasan saluran dilakukan untuk mengatasi sedimentasi lumpur guna meningkatkan kapasitas saluran, mencegah penyumbatan, serta mengurangi genangan air,” ujar Hendri.
Sementara itu, kata dia, pengerukan di waduk, situ, embung, sungai, dan saluran penghubung berukuran besar dilakukan dengan mengangkat sedimen lumpur yang mengendap agar daya tampung badan air kembali optimal.
