Pakar: Belum Ada Pengobatan Spesifik Hantavirus, Indonesia Pernah Punya Kasusnya
SinPo.id - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama menyoroti kasus Hantavirus terdeteksi di Kapal Pesiar MV Hondius yang menyebabkan setidaknya tiga orang meninggal. Tjandra mengingatkan virus ini belum ada pengobatan yang spesifik.
"Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik yang dapat menyembuhkan hantavirus. Karena itu, pencegahan menjadi langkah terbaik dalam menghindari infeksi ini, termasuk menghindari kontak dengan tikus yang terinfeksi," kata Tjandra dalam keterangannya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI ini menjelaskan, terdapat 7 kasus diantara 147 penumpang dan awak kapal MV Hondius. Di mana, dua kasus terkonfirmasi terinfeksi Hantavirus secara laboratorium dan lima kasus statusnya suspek.
Dari tujuh kasus ini, tiga meninggal dunia, satu orang dalam keadaan gawat dan tiga lagi keluhannya relatif ringan. Varian gejala pada pasien adalah demam, gejala gastrointestinal, dengan cepat memburuk menjadi pneumonia dan keadaan gagal napas akut (acute respiratory distress syndrome), lalu shock.
Dia menerangkan, kejadian hantavirus pada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan urine, faeses atau air liur dari tikus (rodent) yang terinfeksi hantavirus. Selain itu, walaupun jarang, pernah dilaporkan terjadinya penularan dari manusia ke manusia, khususnya pada spesies spesifik hantavirus yang bernama Andes virus.
Sejauh ini, WHO masih menyatakan bahwa risiko kejadian ini pada global secara keseluruhan adalah rendah. Namun, WHO juga menyebutkan akan terus memonitor situasi epidemiologik yang ada dan bukan tidak mungkin bakal meninjau ulang tingkat risiko yang ada.
Tjandra mengingatkan, awal 2025, seorang aktor legendaris, Gene Hackman bersama istrinya Betsy Arakawa dan anjing peliharaan mereka meninggal dunia akibat infeksi Hantavirus. Jadi, sama dengan kejadian dengan kejadian di kapal pesiar ini.
"Kita juga perlu tahu bahwa kasus hantavirus sudah perna ada di Indonesia. Laman Kementerian Kesehatan RI menuliskan bahwa Indonesia pertama kali melaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Hanta pada manusia di tahun 2025 , dan sampai 4 Agustus 2025, terdapat 10 kasus konfirmasi yang dilaporkan dari provinsi DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Sampai kini kita belum membaca up date data kasus hantavirus di negara kita sampai tahun 2026 ini," tandas Adjunct Professor Griffith University Australia itu.
