Pramono Siapkan Tarif Khusus Transjabotabek Rute Blok M- Soetta

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 08 Mei 2026 | 21:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah provinsi segera menetapkan tarif khusus Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. 

Kebijakan itu disiapkan karena biaya operasional layanan menuju bandara dinilai lebih tinggi dibanding koridor Transjakarta lain.

“Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, pada waktu itu dikasih period untuk tiga bulan. Dan tiga bulan kan belum selesai, baru akan selesai, dan segera akan kita putuskan untuk itu,” kata Pramono, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut dia, skema tarif baru hanya akan berlaku untuk layanan rute Bandara Soekarno-Hatta–Blok M. Adapun tarif layanan Transjakarta dan Transjabodetabek lainnya tetap sebesar Rp2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 07.00 WIB.

Pramono mengatakan tingginya biaya operasional menjadi pertimbangan utama penetapan tarif berbeda pada rute bandara. 

“Kenapa yang Soekarno Hatta berbeda? Yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga cost-nya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain,” tuturnya. 

Dia menilai tarif khusus diperlukan agar beban subsidi pemerintah untuk koridor tersebut tidak terlalu besar.

"Rute menuju Bandara Soekarno-Hatta memang memiliki karakteristik berbeda karena jarak tempuh mencapai lebih dari 65 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar dua jam," ungkap Pramono. 

Adapun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya meluncurkan rute Transjabodetabek SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Maret lalu. Layanan itu melewati 23 titik pemberhentian dengan armada sebanyak 14 bus dan waktu tunggu sekitar 10 hingga 20 menit.

Bus pada koridor tersebut juga dilengkapi ruang penyimpanan koper untuk mendukung mobilitas penumpang menuju bandara.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI