Wamendag: Bisnis Waralaba Efektif Percepat Lahirkan Wirausaha

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 08 Mei 2026 | 16:56 WIB
Wamendag Dyah Roro membuka ajang FLEI 2026 di JIExpo Kemayoran (SinPo.id/ Dok. Kemendag)
Wamendag Dyah Roro membuka ajang FLEI 2026 di JIExpo Kemayoran (SinPo.id/ Dok. Kemendag)

SinPo.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri menilai, sektor waralaba merupakan pilihan bisnis tepat dalam mempercepat lahirnya wirausaha baru, dengan cara mendorong dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas. Karena, saat ini, rasio kewirausahaan di Indonesia masih berada di kisaran 3,29 persen dari total angkatan kerja.

"Waralaba merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena bersifat terstandardisasi dan mudah diprediksi. Kementerian Perdagangan berkomitmen penuh dalam mendukung perkembangan kewirausahaan nasional," kata Roro dalam keterangannya, Jumat, 8 Mei 2026. 

Roro menyampaikan, untuk mencapai status negara maju, Indonesia perlu mendongkrak angka kewirausahaan hingga mencapai minimal 10-12 persen. Dalam upaya ini, waralaba diperhitungkan sebagai instrumen yang potensial. 

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, model bisnis waralaba relevan bagi berbagai kalangan. Mulai dari generasi muda yang penuh ide kreatif, ibu rumah tangga, hingga mereka yang memasuki masa purnatugas dan ingin memulai kegiatan baru yang produktif. 

"Hal ini menegaskan sisi inklusivitas model bisnis waralaba," kata Roro. 

Untuk itu, Roro meyakini ajang Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang dibuka Kamis kemarin, mampu menyajikan informasi segar bagi masyarakat terkait tren terkini dan prospek pasar.

Di sisi lain, Roro mengingatkan pentingnya aspek legalitas demi memastikan keberlanjutan ekosistem yang sehat. Ia mengimbau seluruh pelaku usaha dan peserta pameran untuk memastikan telah memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebelum mencantumkan label waralaba pada media promosi bisnis, baik brosur maupun media sosial.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap cermat dan bijak dalam memilih penawaran bisnis dengan menggunakan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Kami berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko," kata Roro.

Senada, Presiden Direktur dari PT Pameran Peluang Bisnis, Royanto Handaya menyatakan optimismenya terhadap masa depan industri waralaba tanah air yang terus menunjukkan tren positif. 

Berdasarkan pengalaman pameran FLEI sejak pertama kali diselenggarakan pada 2002, terbukti berkembang pesat dari sekadar pameran menjadi sebuah ekosistem bisnis yang hidup.

"Pencapaian ini bukan semata tentang signifikansi angka, tetapi juga cerminan dari relevansi waralaba yang memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat struktur perekonomian Indonesia," tegas Royanto. 

Menurutnya, adaptabilitas model bisnis waralaba saat ini membuktikan bahwa sektor ini tetap menjadi pilar yang relevan bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Sumpit menyoroti bahwa pascapandemi Covid-19, bisnis waralaba merupakan salah satu sektor yang paling cepat pulih. Kepercayaan masyarakat terhadap sektor ini juga tecermin dari performa finansial yang impresif.

"Industri waralaba kita mencatatkan total omzet mencapai Rp143,25 triliun sepanjang tahun 2024 dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 98.000 orang. Angka tersebut membuktikan daya tahan sektor ini di tengah dinamika pasar," ujar Levita.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI