Bertambah Dua, Total Jemaah Haji Indonesia yang Wafat 12 Orang
SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah RI melaporkan dua jemaah haji Indonesia meninggal dunia pada Rabu, 6 Mei 2026, sehingga total jemaah wafat hingga saat ini mencapai 12 orang. Penyebab kematian terbanyak disebut akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan dua jemaah yang wafat masing-masing atas nama Akhmad Nurokhman Zaini dari Kloter SOC 08 asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan Aman Satim dari Kloter JKB 05 asal Kabupaten Tangerang, Banten.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Pada hari Rabu, 6 Mei 2026, terdapat dua jemaah yang wafat,” kata Ichsan dalam keterangan resminya, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut dia, pemerintah terus memantau kondisi kesehatan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Hingga kini, kata dia, sebanyak 14.919 jemaah tercatat menjalani rawat jalan selama operasional haji berlangsung.
"Selain itu, 153 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan 271 lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 jemaah masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat," ungkapnya.
Lebih jauh, Ichsan menyebut penyakit kardiovaskular dan infeksi paru menjadi tantangan utama pada fase awal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Penyebab wafat yang paling banyak adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung serta radang paru-paru,” ujar Ichsan.
Kemenhaj, kata dia, berupaya menjaga layanan kesehatan tetap optimal melalui pos kesehatan kloter, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia, hingga rumah sakit rujukan di Arab Saudi.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Ichsan.
Ichsan juga mengingatkan jemaah agar memanfaatkan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

