Gelombang II Tiba di Jeddah, Kemenhaj Terapkan Skema Ihram

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 07 Mei 2026 | 16:17 WIB
Kedatangan Gelombang Kedua Jemaah Haji Indonesia di Bandara  Internasional King Abdulaziz, Jeddah (SinPo.id/ Kemenhaj RI)
Kedatangan Gelombang Kedua Jemaah Haji Indonesia di Bandara  Internasional King Abdulaziz, Jeddah (SinPo.id/ Kemenhaj RI)

SinPo.id - Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua resmi dimulai pada Kamis, 7 Mei 2026. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menerapkan skema baru dengan mewajibkan jemaah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi guna mempercepat mobilitas dari Bandara Jeddah menuju Makkah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan kelompok terbang (kloter) 12 Embarkasi Lombok atau LOP 12 menjadi rombongan perdana gelombang kedua yang mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

“Fase kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua resmi dimulai hari ini,” kata Ichsan dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut dia, sebanyak 15 kloter dijadwalkan tiba di Bandara Jeddah sepanjang hari ini. Dia menyebut, seluruh jemaah nantinya langsung diberangkatkan menuju Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan umrah wajib.

Berbeda dengan pola kedatangan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, kata dia, jemaah gelombang kedua menjalani prosedur khusus terkait penggunaan pakaian ihram. 

"Para jemaah telah mengenakan kain ihram sejak berangkat dari embarkasi di Tanah Air," tuturnya. 

Kendati demikian, Ichsan menyampaikan, niat ihram atau miqat baru dilakukan saat jemaah berada di dalam pesawat atau setelah tiba di Bandara Jeddah.

“Langkah ini diambil untuk efisiensi waktu mengingat jemaah akan langsung diarahkan menuju bus untuk menuju Kota Suci Makkah,” ujar Ichsan.

Adapun Kemenhaj mencatat arus kedatangan jemaah Indonesia ke Arab Saudi terus meningkat. Hingga saat ini, sebanyak 269 kloter telah tiba di Tanah Suci dengan total 104.507 jemaah.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 22.282 orang merupakan jemaah lanjut usia atau lansia," ucap Ichsan. 

Petugas haji, kata Ichsan, disiagakan di berbagai titik layanan untuk memberikan pengawalan ekstra, terutama bagi jemaah lansia yang membutuhkan pendampingan khusus selama proses kedatangan di Jeddah hingga menuju pemondokan di Makkah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI