Wagub DKI Dukung Penguatan Ekosistem Perfilman Lewat Jakarta Film Commission

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 07 Mei 2026 | 10:11 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat Nonton Bareng Film Dilan 1997 (SinPo.id/Pemprov DKi Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat Nonton Bareng Film Dilan 1997 (SinPo.id/Pemprov DKi Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat upaya penguatan industri perfilman melalui rencana pembentukan Jakarta Film Commission. 

Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan langkah tersebut sebagai strategi membangun ekosistem kreatif yang lebih terstruktur di Ibu Kota.

Pernyataan itu disampaikan Rano saat menghadiri acara nonton bareng film Dilan 1997 di Studio 3 XXI Plaza Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.

Dia menyebut tingginya antusiasme penonton dari berbagai kalangan menjadi indikator positif bagi masa depan industri film nasional.

“Semangatnya luar biasa, jumlah penontonnya semakin banyak, dan sangat beragam. Ini menjadi tanda bahwa perfilman Indonesia memiliki masa depan yang baik. Karena itu, Jakarta juga sedang berupaya menyiapkan ekosistem yang mendukung perkembangan industri film,” kata Rano dalam keterangannya, dikutip Kamis, 7 Mei 2926.

Selain mendorong ekosistem, Pemprov DKI juga menargetkan Jakarta Film Commission menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan produser film. 

Rano menekankan lembaga itu diharapkan dapat mempercepat kerja sama lintas sektor dalam industri hiburan.

“Setelah resmi berdiri, kami ingin bergerak cepat untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk para produser film. Jakarta harus menjadi kota yang ramah bagi perkembangan industri kreatif,” ujarnya.


Rano juga mengungkap adanya komunikasi awal dengan pelaku perfilman terkait peluang kerja sama lanjutan. Menurutnya, pembicaraan tersebut masih bersifat penjajakan namun membuka ruang kolaborasi lebih jauh di masa mendatang.

“Tadi kami juga sempat berbincang mengenai berbagai kemungkinan kerja sama ke depan. Mudah-mudahan nanti ada pembicaraan yang lebih serius,” kata dia.

Rano menilai penguatan industri film tidak hanya bertumpu pada produksi, tetapi juga pada dukungan ekosistem dan keterlibatan publik. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI