PBB Peringatkan Meluasnya Bencana Kelaparan di Seluruh Jalur Gaza Pasca Gencatan Senjata
SinPo.id - Juru bicara PBB Stephane Dujarric memperingatkan masih meluasnya kelaparan di seluruh jalur Gaza pasca gencatan senjata. Pasalnya, jutaan orang kesulitan mengakses makanan meskipun upaya kemanusiaan terus dilakukan.
Berdasarkan data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sekitar 2,1 juta orang di Gaza saat ini terkurung di kurang dari setengah wilayahnya, hingga membatasi akses ke lahan pertanian, pasokan makanan, dan layanan penting.
“Masyarakat tidak dapat mengakses sebagian wilayah Gaza yang memiliki cadangan lahan dan fasilitas penting, seperti tempat pembuangan sampah padat. Mereka juga tidak dapat bepergian ke luar negeri atau mengakses Tepi Barat, tempat layanan seperti perawatan kesehatan khusus tersedia bagi mereka," kata Dujarric, dilansir dari Anadolu, Kamis, 7 Mei 2026.
“Orang-orang yang diizinkan keluar sebagai bagian dari evakuasi medis hanya mewakili sebagian kecil dari mereka yang membutuhkan layanan yang tidak tersedia setiap hari di Gaza,” imbuhnya.
Pihaknya juga mengatakan, lebih dari 1,6 juta orang menerima paket makanan, makanan panas, roti, atau bantuan tunai setiap bulan. Selain itu, mitra kemanusiaan menyediakan sekitar 1,1 juta makanan setiap hari melalui lebih dari 120 dapur komunitas di seluruh Jalur Gaza.
“Namun, lebih dari enam bulan sejak deklarasi gencatan senjata, WFP mengatakan kelaparan belum hilang, dengan mencatat tingkat malnutrisi yang tinggi," ungkapnya.
"Banyak keluarga masih bergantung pada bantuan makanan untuk bertahan hidup, karena makanan segar masih terlalu mahal. Satu dari lima keluarga hanya makan satu kali sehari," kata Dujarric menambahkan.
Oleh sebab itu, ia memperingatkan Israel dan Amerika Serikat untuk membuka akses yang luas terhadap masuknya bantuan makanan ke Gaza, mengingat hingga saat ini belum ada perubahan yang signifikan sejak gencatan senjata diberlakukan.
Diketahui, meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober lalu, Israel terus melakukan serangan mematikan dan blokade di Gaza, menewaskan 837 warga Palestina dan melukai 2.381 lainnya, selain menyebabkan kerusakan yang meluas.
