Anggota DPR Sebut Perjanjian Dagang dengan AS Harus Untungkan Indonesia
SinPo.id - Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot mengingatkan agar negosiasi Agreement on Reciprocal Trade (ART/perjanjian perdagangan bilateral) antara Indonesia dan Amerika Serikat harus menguntungkan NKRI.
"Harus dipastikan berbagai deal di berbagai lini jangan sampai ada yang mencederai kedaulatan dan independensi negara kita. Kita tidak boleh tergelincir dalam perjanjian yang justru mengunci ruang gerak bangsa sendiri," kata Banyu dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurut dia, negosiasi ART ini akan memberikan dampak besar terutama kepada para pelaku mikro kecil menengah (UMKM).
Dengan adanya ART, produk Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia akan lebih murah karena tarif pajaknya begitu rendah.
Hal tersebut membuat produk UMKM harus bersaing dengan produk luar negeri yang harganya lebih murah.
"Jangan sampai perjanjian ini justru memukul pelaku UMKM tekstil kita. Mereka adalah salah satu garda depan ekonomi rakyat. Negara wajib hadir memastikan mereka terlindungi dari persaingan yang tidak seimbang," kata dia.
Selain itu, Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu juga menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan digital Indonesia sebagai bagian dari kedaulatan negara, terutama dalam konteks masuknya klausul perdagangan berbasis teknologi dan data dalam ART.
"Data adalah the new oil sekaligus aset bangsa. Dalam era ekonomi digital, perlindungan data tidak boleh dikompromikan," ujarnya.
Karenanya, dia mengajak seluruh pihak untuk memantau bergulirnya negosiasi ART ini. Tidak hanya di tingkat legislatif saja, dia juga meminta masyarakat untuk memantau ART tersebut untuk memastikan poin-poin perjanjian tidak mencederai kedaulatan negara.
Menurut dia, negosiasi ART ini akan memberikan dampak besar terutama kepada para pelaku mikro kecil menengah (UMKM). Dengan adanya ART, produk Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia akan lebih murah karena tarif pajaknya begitu rendah
Hal tersebut membuat produk UMKM harus bersaing dengan produk luar negeri yang harganya lebih murah.
"Jangan sampai perjanjian ini justru memukul pelaku UMKM tekstil kita. Mereka adalah salah satu garda depan ekonomi rakyat. Negara wajib hadir memastikan mereka terlindungi dari persaingan yang tidak seimbang," kata dia.
Selain itu, Banyu menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan digital Indonesia sebagai bagian dari kedaulatan negara, terutama dalam konteks masuknya klausul perdagangan berbasis teknologi dan data dalam ART.
"Kita harus memastikan bahwa setiap klausul terkait perdagangan digital tetap tunduk pada kepentingan nasional dan keamanan data Indonesia," kata dia.

