Kemenag Pindahkan 252 Santri Pesantren Ndolo Kusumo Pasca Kasus Kekerasan Seksual

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 06 Mei 2026 | 14:42 WIB
Direktur Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said. (SinPo.id/dok. Kemenag)
Direktur Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said. (SinPo.id/dok. Kemenag)

SinPo.id - Kementerian Agama (Kemenag) akan memfasilitasi pemindahan para santri Pesantren Ndolo Kusumo ke sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Pati agar proses pendidikan tetap berjalan, di tengah proses hukum dugaan kasus kekerasan seksual yang kini ditangani kepolisian. 
 
 "Pendidikan para santri Ndolo Kusumo harus terus berlanjut, ini yang juga menjadi fokus Kementerian Agama. Kita segera pindahkan para santri agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati," kata Direktur Pesantren Basnang Said di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026. 

Basnang menyampaikan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari penghentian sementara pendaftaran santri baru. Supaya pihak pesantren bisa fokus pada penanganan kasus dan fasilitasi para santri.

"Ini merupakan langkah lanjutan setelah kita menghentikan proses pendaftaran santri baru di Pesantren Ndolo Kusumo," ucapnya 

Santri Ndolo Kusumo berjumlah 252 anak. Sebanyak empat santri masih belajar di tingkat Raudlatul Athfal. Ada 89 sembilan santri tingkat Madrasah Ibtitadiyah dan 30 anak di antaranya kelas 6 dan sudah mengkuti ujian dari 4 - 12 April 2026. 

"Mereka yang kelas 6 tidak mukim di pesantren," tuturnya.

Selain itu, ada 91 santri yang belajar di Sekolah Menenga Pertama, 50 santri di Madrasah Aliyah, dan 8 santri tidak sekolah atau hanya mondok. Mereka semua tinggal atau mukim di pesantren. "Seluruh santri Ndolo Kusumo yang mukim di pesantren, sudah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026," paparnya

Selanjutnya, kata Basnang, Kemenag Kabupatan Pati akan memfasilitasi proses kepindahan sekolah para santri. Kemenag sudah mengindentifikasi dan merekomendasikan sejumlah lembaga, baik pesantren, sekolah, atau madrasah. 

Setidaknya terdapat enam lembaga pendidikan yang akan menjadi tujuan kepindangan para santri Ndolo Kusumo, yaitu MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, Gembong, MI Matholiun Najah Tlogosari, Tlogowungu, SMP Al-Akrom Banyuurip, Margorejo, MA Al-Akrom Banyuurip, Margorejo, MA Assalafiyah Lahar, Gembong,  dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil. 

Lebih lanjut, Kemenag memastikan mendukung penuh proses penegakkan hukum terhadap terduga pelaku. Saat ini, proses hukum terduga pelaku kekerasan seksual di Pesantren Ndolo Kusumo sedang ditangani pihak kepolisian. 

Basnang berharap pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatan yang dilakukan kepada para santri.

"Kami tidak mentoleransi setiap tindak kekerasan seksual, apalagi di lembaga pendidikan keagamaan. Kami juga minta terduga yang sedang menjalani proses hukum tidak menjalankan tugas sebagai pengasuh/pimpinan maupun tenaga pendidikan pondok pesantren demi optimalisasi fungsi pengasuhan santri saat ini," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI