Bidik Transaksi Rp 2,5 Triliun, Pemerintah Ingin Inabuyer 2026 Genjot UMKM Naik Kelas

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 06 Mei 2026 | 12:14 WIB
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza. (SinPo.id/dok. KemenUMKM)
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza. (SinPo.id/dok. KemenUMKM)

SinPo.id - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza, menargetkan nilai transaksi dalam Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang berlangsung 5-7 Mei 2026 di Gedung Smesco, mencapai Rp 2,5 triliun. Ajang ini juga menjadi kunci agar UMKM memperluas akses untuk bisa naik kelas. 

"Tahun lalu, kami mencatatkan transaksi sebesar Rp2,1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan sukses dengan angka Rp2,5 triliun. Pemerintah sudah membuka peluang seluas-luasnya," ujar Helvi di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. 

Menurut Helvi, Inabuyer B2B2G Expo menjadikan UMKM bisa menjalin kemitraan bisnis yang berkelanjutan. Baik melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah, program prioritas nasional, maupun sebagai pemasok bagi perusahaan ritel swasta.

"Kalau ingin naik kelas, UMKM harus disinergikan sehingga bisa masuk rantai pasok usaha besar serta diperkuat akses pembiayaan dan perluasan pasarnya," ujar Helvi.

Ia menegaskan, UMKM merupakan pilar utama dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia. Sepanjang 2025, perekonomian nasional tumbuh stabil sebesar 5,11 persen, yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor.

Helvi menjelaskan, Inabuyer membuka peluang luas bagi UMKM potensial untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Mulai dari BUMN seperti PLN, Kimia Farma, Pertamina, Pegadaian, dan Perum Bulog, pengelola infrastruktur publik seperti Angkasa Pura Indonesia, ASDP Indonesia Ferry, KAI, Hutama Karya, dan Jasa Marga; hingga perusahaan ritel besar seperti AEON, Indomaret, Alfamart, Mr. DIY, dan AZKO.

Selain itu, UMKM juga memperoleh akses ke kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Permukiman dan Kawasan Perumahan, Kementerian Sosial, serta Badan Gizi Nasional, untuk terlibat dalam berbagai program strategis, antara lain Rumah Rakyat, Sekolah Rakyat, dan Makan Bergizi Gratis.

"Inabuyer menyiapkan semua. Di sini ada konsultasi, fasilitas pembiayaan, serta business matching dengan buyer. Manfaatkan acara ini untuk pengusaha UMKM di seluruh Indonesia," kata Helvi.


Helvi berharap sinergi antara pengusaha UMKM, sektor swasta, dan pemerintah dapat terus diperkuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.

"Kami memenuhi amanah Presiden Prabowo untuk berkolaborasi lintas kementerian dan instansi, lembaga pembiayaan, lembaga pendidikan, Hippindo, BUMN, dan mitra strategis lainnya agar UMKM semakin tangguh sebagai tulang punggung perekonomian bangsa," katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI