Kapal Pesiar Tertahan di Cape Verde, 3 Penumpang Tewas Diduga Hantavirus
SinPo.id - Situasi mencekam tengah menyelimuti kapal pesiar ekspedisi MV Hondius berbendera Belanda yang tertahan di lepas pantai Cape Verde, Afrika Barat. Kapal dengan hampir 150 penumpang itu belum mendapat izin evakuasi dari otoritas setempat setelah wabah virus langka yang diduga Hantavirus menewaskan tiga orang.
Rentetan tragedi dimulai sejak pertengahan April. Korban pertama, pria asal Belanda berusia 70 tahun, meninggal di atas kapal pada 11 April. Jenazahnya baru diturunkan dua minggu kemudian di Saint Helena. Istrinya yang berusia 69 tahun kemudian kolaps di Bandara Johannesburg dan meninggal dunia di rumah sakit. Korban ketiga adalah warga Jerman yang meninggal di atas kapal pada Sabtu 2 Mei 2026.
“Rp 100 Miliar tersebut diperuntukkan korban meninggal dunia atau luka, dan Penggugat (saya) tidak akan mengambil sedikit pun,” jelas Ronald.
Sementara itu, seorang pria asal Inggris terkonfirmasi positif Hantavirus dan kini kritis di ICU Afrika Selatan. WHO menyebut meski gejalanya parah, virus ini jarang menular antarmanusia sehingga risiko bagi masyarakat luas tetap rendah.
Kapal MV Hondius yang sedang menjalani ekspedisi Atlantic Odyssey dari Argentina menuju Arktik kini terjebak dalam kebuntuan. Otoritas Cape Verde menolak izin turun penumpang karena khawatir penyebaran virus. Operator kapal, Oceanwide Expeditions, mempertimbangkan mengalihkan rute ke Kepulauan Canary, Spanyol.
Pemerintah Belanda melalui Kementerian Luar Negeri terus melakukan negosiasi diplomatik untuk memulangkan warganya. Di sisi lain, Afrika Selatan melakukan pelacakan kontak pasca-insiden di bandara. WHO menegaskan pentingnya ketenangan publik dan perbaikan sistem keselamatan perjalanan internasional.
