Menekraf: Ruang Kreatif Daerah Banyak Terbengkalai, Perlu Diaktifkan Kembali
SinPo.id - Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya menyatakan, banyak ruang kreatif atau creative hub di berbagai daerah saat ini dalam kondisi terbengkalai dan perlu segera diaktifkan kembali. Karena, dengan mengoptimalikan berbagai ruang kreatif di daerah, akan turut mengentas kemiskinan nasional.
"Creatif-creatif hub yang ada di daerah juga bagaimana itu bisa diaktifasi kembali. Jadi tempat-tempat seperti ini (Mbloc Jakarta) banyak sekali di daerah-daerah tetapi masih terbengkalai," kata Riefky usai rapat tingkat menteri di MBloc Space, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan, merujuk Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Kemenkraf diamanatkan untuk memfasilitasi wirausaha sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Untuk itu, tegas Riefky, pihaknya akan mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau desa dan kecamatan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, penguatan sektor ini tidak harus dilakukan dengan membangun fasilitas baru, melainkan dengan mengoptimalkan potensi yang sudah ada. Termasuk desa kreatif dan ruang kreatif di daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Bukan membangun desa kreatif baru tetapi bagaimana kita mengaktifasi desa-desa kreatif yang sudah berkembang kemudian kreatif-kreatif hub yang ada di daerah," ucapnya.
Namun, menurut Riefky, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, komunitas, dan pelaku seni. Salah satu contoh yang dinilai berhasil adalah M Bloc Space, yang merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.
Model kolaborasi seperti itu, kata dia, diharapkan dapat diterapkan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa, guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Riefky juga menekankan pentingnya melihat potensi ekonomi kreatif secara spesifik di setiap daerah, agar pengembangannya tidak hanya bersifat terpusat, tetapi juga berbasis kekuatan lokal di seluruh Indonesia.
"Nah, ini juga arahan Bapak Presiden, bagaimana melihat potensi-potensi yang ada. Sehingga tidak hanya melihat secara general dari pusat tetapi juga potensi-potensi ekonomi kreatif yang berkembang dengan berbagai macam talenta yang ada di berbagai daerah," tukasnya.
