BMKG: Laut Jawa Masuk Zona Awan Cumulonimbus Intens, Waspada Cuaca Ekstrem 4–10 Mei
SinPo.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan terbaru potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di Indonesia untuk periode 4–10 Mei 2026. Laut Jawa menjadi sorotan karena seluruh bagiannya masuk kategori frequent (FRQ >75%), menandakan intensitas tinggi awan badai.
BMKG mencatat wilayah FRQ meliputi Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur, serta Laut Banda, Laut Maluku, Laut Seram, Maluku, Papua Selatan, hingga Samudra Hindia barat Aceh, Mentawai, Nias, dan selatan Banten. Kondisi ini meningkatkan risiko hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat mengganggu jalur pelayaran utama.
Selain itu, sebagian besar wilayah daratan Indonesia masuk kategori occasional (OCNL 50–75%), termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. BMKG menegaskan awan Cumulonimbus berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem secara bersamaan di berbagai wilayah.
“Awan Cumulonimbus dapat memicu hujan lebat singkat, disertai kilat, angin kencang, bahkan hujan es,” tulis BMKG dalam keterangannya.

