Bus Shalawat Jadi Andalan di Tengah Panas Ekstrem di Mekkah
SinPo.id - Pemerintah mengandalkan layanan transportasi bus Shalawat sebagai tulang punggung mobilitas jemaah haji Indonesia di Mekkah, di tengah ancaman suhu ekstrem yang mencapai 43 derajat Celsius. Fasilitas ini diharapkan mampu menekan risiko kelelahan hingga gangguan kesehatan selama fase ibadah berlangsung.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, mengatakan layanan bus Shalawat telah disiapkan untuk beroperasi penuh selama 24 jam sejak kedatangan jemaah di Mekkah pada 30 April 2026.
“Layanan ini disiapkan untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan nyaman, aman, dan mudah menjangkau Masjidil Haram,” kata Maria dalam keterangannya, Minggu, 3 Mei 2026.
Adapun sebanyak 452 armada dikerahkan untuk melayani 21 rute berbeda yang menghubungkan titik-titik pemondokan dengan Masjidil Haram. Tiga titik pemberhentian utama meliputi Terminal Jiat, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
“Jemaah yang akan menuju Masjidil Haram difasilitasi melalui tiga titik pemberhentian tersebut,” tutur dia.
Dari total armada, kata Maria, 52 unit merupakan bus hidrolik yang dirancang khusus untuk melayani jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Dia menilai kelompok ini paling rentan terdampak kondisi cuaca ekstrem dan kepadatan aktivitas ibadah.
“Bus hidrolik ini tentunya ramah bagi lansia dan disabilitas,” kata Maria.
Menurut Maria, setiap jemaah juga telah dibekali kartu panduan rute bus Shalawat untuk memudahkan navigasi di lapangan. Dia menyebut, petugas haji disiagakan di berbagai titik untuk membantu jemaah yang mengalami kendala.
“Jangan segan-segan untuk bertanya kepada petugas haji,” ujar Maria.
Di sisi lain, lanjutnya, tekanan terhadap layanan transportasi ini meningkat seiring tingginya jumlah jemaah yang membutuhkan mobilitas cepat namun aman.
"Data pemerintah menunjukkan ribuan jemaah telah menjalani perawatan kesehatan, sebagian di antaranya dipicu kelelahan dan paparan panas," ucap Maria.
Karena itu, kata dia, pemerintah mengimbau jemaah mengatur waktu perjalanan, menghindari aktivitas berat pada siang hari, serta memanfaatkan bus Shalawat sebagai sarana utama menuju Masjidil Haram.
“Mengingat suhu di Mekkah dapat mencapai 43 derajat Celsius, kami mengimbau jemaah untuk mengantisipasi cuaca panas dan menjaga kondisi fisik,” tandasnya.
