Gubernur Pramono: 130 Pelintasan Kereta Tanpa Penjaga di Jakarta Jadi Tanggung Jawab KAI
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa 130 titik pelintasan kereta api tanpa palang pintu maupun penjaga di wilayah Jakarta merupakan tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta.
“Untuk lintasan rel kereta api itu memang menjadi tanggung jawab atau kewenangan dari KAI,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu 2 Mei 2026.
Pramono menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memiliki wewenang langsung untuk mengatur area rawan kecelakaan tersebut. Namun, ia memastikan Pemprov siap membantu apabila KAI meminta dukungan. “Sehingga dengan demikian Pemerintah DKI Jakarta kalau kemudian ada penugasan yang diberikan, kami akan dengan senang hati untuk memberikan support kepada KAI,” ucapnya.
Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan pihaknya akan mengevaluasi seluruh pelintasan sebidang, terutama yang tidak dijaga. Menurutnya, pelintasan tanpa penjagaan sering menjadi lokasi kecelakaan sehingga perlu perhatian khusus.
Salah satu langkah yang tengah dilakukan Pemprov DKI adalah pembangunan flyover di Latumenten, Jakarta Barat, yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan di perlintasan kereta. Selain itu, terdapat rencana pembangunan flyover di kawasan Bintaro. Namun, proyek tersebut masih menghadapi kendala, termasuk persoalan dengan masyarakat setempat.
“Sebetulnya ada dua flyover yaitu daerah Bintaro, cuma Bintaro kayaknya masih ada permasalahan dengan masyarakat. Sementara yang saya tahu Bintaro ini cukup lama sosialisasinya, tapi Latumenten ini sedang kita lakukan pembangunan. Untuk hal yang lain tentu kita akan melakukan evaluasi, itu pasti,” kata Rano di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dengan kondisi ini, Pemprov DKI menekankan pentingnya kolaborasi dengan KAI untuk meningkatkan keselamatan masyarakat di titik-titik pelintasan kereta yang rawan kecelakaan.
