Suhu Tinggi di Tanah Suci, Jemaah Haji Diminta Jaga Kondisi Fisik
SinPo.id - Pemerintah memperketat imbauan keselamatan bagi jemaah haji Indonesia di tengah suhu tinggi yang melanda Makkah dan Madinah. Suhu yang mencapai 35 hingga 39 derajat Celsius dinilai berpotensi meningkatkan risiko kelelahan hingga dehidrasi, terutama bagi jemaah dari kelompok rentan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, meminta jemaah agar lebih disiplin menjaga kondisi fisik selama rangkaian ibadah berlangsung.
“Tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan saat siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan pelindung kepala atau payung,” kata Maria dalam keterangannya, Jumat, 1 April 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengatur waktu istirahat serta kewajiban untuk segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan fisik.
“Pastikan memiliki waktu istirahat yang cukup untuk menjaga stamina,” ujarnya.
Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya mobilitas jemaah dari Madinah menuju Makkah pada fase awal pergerakan haji. Maria meminta jemaah agar tidak membawa barang berlebihan karena dapat menghambat mobilitas serta distribusi bagasi.
Selain aspek kesehatan, pemerintah juga mengatur pergerakan jemaah guna menghindari kepadatan.
"Jemaah yang hendak salat Jumat di Masjidil Haram diminta berangkat lebih awal menggunakan bus shalawat," tutur Maria.
Di sisi lain, Maria memastikan layanan haji, mulai dari akomodasi hingga transportasi, berjalan dengan baik meski tetap dievaluasi secara berkala untuk mengantisipasi berbagai risiko di lapangan.
Maria menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh jemaah,” tandasnya.
