May Day, Prabowo Minta Potongan Ojol Maksimal 10 Persen

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 01 Mei 2026 | 15:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (SinPo.id/Tim Media)
Presiden Prabowo Subianto. (SinPo.id/Tim Media)

SinPo.id - Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat pagi, 1 Mei 2026. 

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti besaran potongan yang dikenakan perusahaan aplikasi terhadap pengemudi ojek online dan meminta agar angkanya diturunkan.

Prabowo menilai pengemudi ojek online memiliki kontribusi besar terhadap roda perekonomian sehari-hari. Ia juga menekankan risiko kerja yang dihadapi para pengemudi di lapangan.

“Ojol itu kerja keras. Mereka mempertaruhkan nyawa setiap hari,” kata Prabowo di hadapan massa buruh di Monas. 

Prabowo secara khusus mengkritik skema potongan yang diterapkan perusahaan aplikasi, yang saat ini berada di kisaran 20 persen. Menurut dia, angka tersebut perlu ditinjau ulang agar tidak membebani pekerja.

“Potongan 20 persen itu terlalu besar. Bagaimana kalau 15 persen? Atau 10 persen? Kalian minta 10 persen?” ucap Prabowo. 

Prabowo menegaskan, potongan ideal seharusnya berada di bawah 10 persen. Dia bahkan memberi sinyal tegas kepada perusahaan aplikasi yang tidak mengikuti skema tersebut.

“Saya katakan di sini, harus di bawah 10 persen. Kalau tidak mau ikut, tidak usah berusaha di Indonesia,” tutur Prabowo. 

Selain menyampaikan pidato, Prabowo juga menyapa langsung para buruh. Ptabowo berdiri di atas kendaraan Maung, melambaikan tangan, dan mengenakan pakaian safari serta topi. Interaksi itu disambut antusias oleh massa yang hadir.

Suasana peringatan May Day semakin semarak ketika Tipe-X kembali tampil di atas panggung utama. Prabowo tampak ikut bergoyang mengikuti irama musik, yang disambut sorakan para buruh di kawasan Monas.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI