Pemerintah Catat 69,5 Persen UMKM Belum Mampu Akses Kredit Perbankan

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 30 April 2026 | 18:32 WIB
Deputi Bidang Usaha Kecil, Temmy Satya Permana. (SinPo.id/dok. KemenUMKM)
Deputi Bidang Usaha Kecil, Temmy Satya Permana. (SinPo.id/dok. KemenUMKM)

SinPo.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong percepatan transformasi digital pelaku usaha lokal melalui penyelenggaraan UMKM Digital Finance Tour. Hal ini penting dalam menjawab tantangan akses pembiayaan yang selama ini masih menjadi kendala utama bagi sebagian besar UMKM.

"Sebanyak 69,5 persen UMKM belum mampu mengakses kredit perbankan. Kendala utamanya meliputi status Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang belum memadai, keterbatasan agunan, hingga suku bunga yang relatif tinggi. Padahal, kebutuhan akan modal kerja sangat nyata. Di mana 43,1 persen UMKM menyatakan memerlukan kredit untuk ekspansi usaha," ujar Deputi Bidang Usaha Kecil, Temmy Satya Permana, dalam keterangannya, Kamis, 30 April 2026. 

Temmy menjelaskan, pembiayaan digital (digital financing) kini menjadi alternatif potensial dalam mendukung pengembangan UMKM. Hingga Februari 2026, penyaluran pembiayaan digital melalui fintech lending tercatat mencapai Rp28,8 triliun atau tumbuh 7,27 persen secara tahunan (year-on-year).

Meski demikian, akses terhadap pembiayaan digital sangat bergantung pada rekam jejak usaha yang transparan. Karena itu, pembukuan dan manajemen keuangan digital yang tertib menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan lembaga pembiayaan.

Sebagai solusi konkret, dalam kegiatan ini turut diperkenalkan platform UMKM Pintar yang dikembangkan oleh SeaBank. Platform ini merupakan program edukasi daring yang dirancang sebagai sarana pembelajaran mandiri bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas usaha.

"Keberadaan platform UMKM Pintar menjadi bagian dari komitmen Kementerian UMKM dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional, khususnya dari sisi literasi dan inklusi keuangan," kata Temmy.

Lebih lanjut, Temmy berharap melalui Digital Finance Tour, pelaku UMKM tak hanya bertransformasi secara digital dalam aspek pemasaran, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara digital guna memperluas akses pembiayaan.

"Melalui akses pembiayaan yang tepat, UMKM dapat semakin cepat naik kelas dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI