Hadapi Disrupsi Teknologi, Wapres Dorong Para Santri Kuasai AI-Coding
SinPo.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendorong para santri untuk belajar dan menguasai tentang teknologi robotik, akal imitasi (AI), hingga coding, di tengah dunia menghadapi disrupsi digital. Hal ini penting agar santri tak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi.
"Karena penting sekali nanti ke depan untuk menghadapi tantangan zaman yang serba digital. Ini semua harus belajar dan santri-santri tidak boleh ketinggalan ya," kata Gibran saat mengunjungi Perguruan Islam Pondok Tremas, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Kamis, 30 April 2026.
Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi dengan para kiai dan santri sekaligus kesempatan bagi Gibran untuk memantau langsung pelaksanaan pelatihan AI dan robotika bagi para santri.
Gibran juga berdialog dengan santri, serta memastikan program pelatihan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas literasi teknologi di lingkungan pondok.
Dalam sesi dialog, Gibran sempat menanggapi kegelisahan salah satu santri yang mengaku khawatir dengan perkembangan teknologi. Santri tersebut menyampaikan ketakutannya bahwa kelak setelah lulus, banyak pekerjaan akan tergantikan oleh robot dan AI.
"Banyak pekerjaan yang digantikan oleh AI, orang-orang juga hilang pekerjaannya, seperti di pabrik digantikan oleh robot," ucap salah satu santri, seraya memberi contoh.
Gibran menjawab, manusia tetap memegang peran utama di balik teknologi. "Robot yang bikin siapa? Itu manusianya kan? Itu AI bikin prompting, yang ngetik prompting-nya masih manusia kan? Justru sekarang akan banyak pekerjaan-pekerjaan baru. Jadi, nggak usah takut. Manusia nggak akan tergantikan," kata Gibran.
Menurut Gibran, kunci menghadapi perubahan adalah kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi. "Saya yakin nanti ke depan bisa berguna, terutama kalau mereka nanti terjun ke dunia kerja dan ini yang namanya disrupsi teknologi semakin tidak bisa kita kontrol. Makanya kita harus selalu meng-upgrade diri," pungkasnya.
Sementara itu, Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas K.H. Luqman Harist Dhimyathi berharap, program pelatihan teknologi ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada kegiatan kali ini saja.
"Semua yang kami dapatkan selama dua hari ini, berupa pelatihan-pelatihan teknologi, informasi, dan AI serta lainnya, mudah-mudahan bisa berkelanjutan, karena para santri kami sangat senang dan merasa mendapatkan ilmu yang luar biasa dengan ilmu teknologi ini," kata Kiai Luqman.

