IAEA Sebut Verifikasi Status Uranium Milik Iran Terhambat Akibat Perang

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 30 April 2026 | 08:21 WIB
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi (SinPo.id/ Dok. IAEA)
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi (SinPo.id/ Dok. IAEA)

SinPo.id - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi, mengatakan inspektur tidak dapat memverifikasi status uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, dengan alasan kurangnya akses ke lokasi-lokasi penting.

Menurutnya, upaya verifikasi telah terhambat oleh kondisi keamanan di lapangan. Karena ketika inspektur dijadwalkan untuk mengunjungi fasilitas nuklir Iran yang baru dideklarasikan pada 13 Juni tahun lalu, serangan AS-Israel dimulai pada hari yang sama.

Namun, Grossi mengatakan, badan pengawas nuklir PBB tersebut telah memantau dengan cermat sejumlah besar uranium yang diperkaya di Iran sebelum konflik meningkat.

"Banyak material nuklir yang diperkaya tinggi mendekati tingkat senjata nuklir, yang kami inspeksi hingga Juni 2025. Terakhir kali kami berada di sana, ada sekitar 440 kilogram, atau sekitar 900 pon, yang disegel oleh IAEA,” kata Grossi, dilansir dari Anadolu, Kamis, 30 April 2026.

Pihaknya juga mengatakan bahwa berdasarkan perjanjian pengamanan internasional, ada prosedur untuk keadaan luar biasa yang memungkinkan inspektur untuk kembali terlibat dan melakukan verifikasi ulang bahkan dalam kondisi krisis.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI