Menteri PPPA Arifah Fauzi Klarifikasi Usulan Gerbong Wanita

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 30 April 2026 | 00:36 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifah Fauzi (SinPo.id/ Dok. Kemen PPPA)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifah Fauzi (SinPo.id/ Dok. Kemen PPPA)

SinPo.id -  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa tidak ada maksud dari usulannya terkait pemindahan gerbong KRL khusus perempuan ke tengah rangkaian sebagai bentuk pengabaian keselamatan penumpang lain.

“Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya,” ujar Arifah dalam tayangan video resmi Kementerian PPPA, Rabu 29 April 2026

Pernyataan ini disampaikan menyusul polemik atas usulan Arifah setelah tragedi tabrakan KRL Commuter dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), yang menimbulkan korban jiwa termasuk penumpang di gerbong khusus perempuan.

Arifah menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, adalah prioritas utama dalam setiap kebijakan. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, para korban, dan keluarga korban atas pernyataan sebelumnya. “Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, fokus utama adalah keselamatan penanganan korban serta empati kepada keluarga yang terdampak,” ucapnya.

Lebih lanjut, Arifah menegaskan bahwa Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat tragedi tersebut. Ia mengajak seluruh pihak untuk memusatkan perhatian pada penanganan korban serta perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, Arifah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan ditempatkan di tengah rangkaian kereta dengan alasan posisi depan dan belakang lebih berisiko saat terjadi tabrakan. Namun, ia menegaskan bahwa usulan tersebut masih bersifat awal dan belum dibahas lebih lanjut.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI