Megawati Minta Sistem Perkeretaapian Indonesia Diperbaiki

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 29 April 2026 | 20:21 WIB
PDIP gelar peringatan ke-71 KAA. (Agus Priatna/SinPo.id)
PDIP gelar peringatan ke-71 KAA. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Dia meminta sistem perkeretaapian Indonesia diperbaiki.

Kecelakaan kereta api antara Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur diketahui menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya terluka.

"Ibu Megawati mengikuti pemberitaan penanganan korban melalui media massa, beliau begitu sedih. Ibu Megawati berdoa bagi seluruh korban kecelakaan, khususnya bagi mereka yang dipanggil Tuhan agar dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Hasto mengatakan Megawati kemudian memberi arahan kepada para anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk memberi perhatian khusus terkait pembenahan sistem keamanan kereta api di Indonesia, termasuk dengan melakukan rapat kerja dengan PT KAI dan pihak terkait.

"Ibu Megawati meminta seluruh anggota Poksi (Kelompok Fraksi) V PDI Perjuangan DPR RI yang dipimpin saudara Lasarus untuk mengadakan rapat guna melakukan pembenahan sistem keamanan, sistem komunikasi dan sistem instrumentasi kereta api," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Hasto, Megawati mengharapkan kejadian itu menjadi momentum untuk membenahi dan memperkuat sistem transportasi.

"Ke depan kereta api harus menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memiliki jaminan kualitas pelayanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Hasto.

Dalam keterangan tersebut, Megawati juga mengenang perjalanan yang sering dilakukan oleh Soekarno (Bung Karno) dengan kereta api.

Pada setiap perlintasan selalu dijaga oleh karyawan yang disebut Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), saat itu dengan berseragam dan membawa bendera merah.

Kereta api memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk memfasilitasi angkutan pasukan dan logistik selama masa revolusi fisik. Bung Karno pun pernah bekerja sebagai karyawan di kereta api pada masa Hindia Belanda.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI