Mardani: Dinamika DPR Sesungguhnya Terjadi di Tingkat Komisi

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 29 April 2026 | 19:38 WIB
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera (SinPo.id/Tio Pirnando)
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera (SinPo.id/Tio Pirnando)

SinPo.id - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera menyatakan, kinerja DPR tidak bisa hanya dilihat dari keputusan yang dihasilkan dalam rapat paripurna.  Dinamika sesungguhnya justru terjadi di tingkat komisi.

"Terkait dengan DPR, sebetulnya teman-teman kalau melihat di setiap komisi, lihat DPR itu jangan lihat di paripurna, saya usul. Lihat DPR, lihat rapat komisi," kata Mardani dalam diskusi bertajuk "Resiliensi Demokrasi dalam Menghadapi Krisis Ekonomi Global dan Pergeseran Geopolitik" di The Habibie Center, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 29 April 2026. 

Menurutnya, di rapat komisi para anggota DPR benar-benar berdebat secara teknis. Bahkan, anggota dari partai pendukung pemerintah juga mendebatkan secara detail  dan rinci setiap undang-undang yang dibahas. 

"Di rapat komisi kita telanjangin, kita serang habis. Dan itu tidak cuma teman-teman PDIP atau PKS, tapi juga teman-teman Gerindra, teman-teman Golkar. Karena teknokrasinya ada di setiap komisi," ujarnya.

Namun, Mardani menyebut masalah muncul ketika hasil pembahasan di komisi dibawa ke tingkat yang lebih tinggi. Karen, hasil rapat di komisi akan disampaikan ke masing-masing fraksi dan pimpinan partai politik. Setelah itu, diambil sebuah keputusan dari hasil rapat komisi. 

Adapun dasar hukum utama fungsi DPR tertuang secara eksplisit dalam Pasal 20A Ayat (1) UUD 1945, yang berbunyi; Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

Pengaturan lebih rinci mengenai fungsi, tugas, dan wewenang DPR diatur dalam undang-undang, yaitu UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan UU Nomor 13 Tahun 2019. 

"Memang masalahnya ketika sudah selesai di situ (rapat komisi) dibawa ke atas, kadang-kadang mekanisme kepemimpinan di partai, di fraksi, sangat menentukan keputusannya," ucapnya.

Ia menyindir proses itu dengan ungkapan, jadi men sana in corpore sano. "Loe ke sana, gue ke sono. Yang dibahas di komisi apa, yang diputuskan apa," selorohnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI