Polisi Amankan Sopir Taksi Green SM, Diduga Picu Tragedi KRL–Argo Bromo Anggrek

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 29 April 2026 | 00:10 WIB
Kondisi kereta tampak hancur usai bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. (Agus Priatna/SinPo.id)
Kondisi kereta tampak hancur usai bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id -  Kepolisian mengamankan sopir taksi listrik Green SM yang diduga terkait insiden kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026 malam.

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menyebut pengemudi diamankan untuk pendalaman lebih lanjut oleh Polres Metro Bekasi Kota. “Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Kasat Lantas,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.

Sandhi menjelaskan, kecelakaan bermula dari korsleting listrik pada kendaraan taksi online elektronik di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Mobil listrik tersebut kemudian tertabrak KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta, sehingga mengganggu perjalanan kereta lain dan berujung tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan korban meninggal dunia akibat tragedi ini mencapai 15 orang, sementara 88 lainnya masih dirawat. “Update sampai dengan jam satu siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat,” kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Selasa 28 April 2026

Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri telah mengidentifikasi 10 jenazah korban. Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono menjelaskan, sidang rekonsiliasi pada pukul 14.00 WIB berhasil memastikan identitas 10 korban. Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Ginting menambahkan, sebagian korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Mitra Bekasi Timur. Jenazah di ketiga rumah sakit tersebut telah diserahkan kepada keluarga.

Tragedi Bekasi Timur ini menimbulkan duka mendalam sekaligus sorotan terhadap keselamatan transportasi publik dan kesiapan sistem pengamanan perlintasan kereta di wilayah padat aktivitas.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI