Cegah Berulangnya Kecelakaan Kereta, DPR: Investigasi Menyeluruh Harus Diprioritaskan

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 28 April 2026 | 18:12 WIB
Kondisi kereta tampak hancur usai bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. (Agus Priatna/SinPo.id)
Kondisi kereta tampak hancur usai bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy, meminta investigasi kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek dilakukan secara menyeluruh dan menjadi prioritas utama agar penyebab insiden dapat diungkap secara tuntas, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Ia pun menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa yang menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan luka-luka, serta meminta seluruh pemangku kepentingan memberi perhatian penuh terhadap penanganan korban, khususnya mereka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dalam situasi darurat, tidak boleh ada hambatan, termasuk faktor administrasi. Penanganan medis harus menjadi prioritas utama, termasuk kemudahan pembiayaan melalui asuransi,” kata Sofwan, dalam keterangan persnya, Selasa, 28 April 2026.

Menurutnya, keselamatan penumpang dan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap penanganan kecelakaan transportasi, dan negara harus hadir memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis yang cepat, layak, dan tanpa hambatan birokrasi.

Selain itu, ia menilai insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, khususnya di lintasan padat yang dilalui kereta komuter dan kereta jarak jauh secara bersamaan.

Investigasi juga harus menelusuri secara detail pemicu kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL, kendaraan taksi, dan KA Argo Bromo. Evaluasi juga perlu menyasar sistem mitigasi kecelakaan, pola pengawasan di lapangan, serta efektivitas sistem monitoring pada jalur padat.

“Perlu dijawab bagaimana sistem monitoring maupun petugas di lapangan bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi laju KA Argo Bromo hingga menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti,” tegasnya.

Terakhir, Sofwan juga meminta investigasi terhadap laporan masyarakat terkait dugaan gangguan teknis pada armada taksi yang terlibat dalam insiden tersebut. Hal itu dinilai penting untuk memastikan apakah kendaraan tersebut mengalami kendala teknis hingga berhenti di tengah perlintasan rel.

“Seluruh kemungkinan penyebab harus dibuka secara transparan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI