Sampaikan Dukacita, Legislator NasDem Dorong Evaluasi Pengamanan Perlintasan Kereta Api

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 28 April 2026 | 15:54 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini. Istimewa
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini. Istimewa

SinPo.id - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini menyampaikan dukacita mendalam atas kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam, 27 April 2026.

Menurutnya, insiden tragis ini harus menjadi momentum dasar bagi pemerintah, khususnya Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan jalur lintas kereta api.

"Pertama saya turut berbelasungkawa atas tragedi yang menimpa saudara-saudara kita, baik yang luka-luka maupun yang meninggal dunia akibat kecelakaan ini. Kejadian ini harus menjadi dasar evaluasi menyeluruh, khususnya pada perlintasan sebidang yang memiliki tingkat risiko tinggi," kata Amelia dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Tak hanya itu, Anggota Komisi I DPR RI ini juga menekankan agar edukasi keselamatan harus diperluas secara sistematis, mengingat aspek human error masih menjadi salah satu faktor dominan dalam kecelakaan di perlintasan kereta api.

"Masyarakat perlu memahami bahwa area tersebut adalah zona dengan risiko tinggi yang tidak memberi ruang bagi kelalaian," katanya.

Wakil Rakyat asal Dapil Jawa Tengah (Jateng) VII itu berharap ke depannya terdapat beberapa langkah strategis yang harus menjadi prioritas. Pertama, percepatan eliminasi perlintasan sebidang melalui pembangunan flyover dan underpass di titik-titik rawan.

Kedua, kata dia, penguatan sistem pengamanan berbasis teknologi, termasuk palang pintu otomatis, sistem peringatan dini, serta integrasi CCTV yang dapat dimonitor secara real time. Ketiga, penertiban dan penutupan perlintasan liar yang tidak memenuhi standar keselamatan.

"Momentum ini harus kita gunakan untuk beralih dari pendekatan reaktif menuju sistem keselamatan yang preventif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada perlindungan maksimal terhadap nyawa manusia," kata dia.

Di sisi lain, Amelia menyambut baik langkah cepat KAI, pemerintah daerah, dan presiden Prabowo Subianto yang telah hadir dan menjamin bantuan kepada korban selama masa pemulihan. Termasuk, respons cepat dan koordinasi yang solid dari seluruh pihak dalam penanganan korban kecelakaan perlintasan kereta api di Bekasi.

"Kesiapsiagaan tim medis, aparat kepolisian, serta dukungan operator seperti PT Kereta Api Indonesia menunjukkan bahwa dalam situasi krisis, kapasitas respons darurat kita mampu bekerja secara efektif untuk meminimalkan dampak yang lebih luas," kata Amelia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI