Legislator Desak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek
SinPo.id - Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, mendesak evaluasi menyeluruh kecelakaan tragis KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, terutama pada aspek persinyalan, proteksi perjalanan kereta, serta pengamanan perlintasan sebidang.
Ia pun menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh penumpang yang menjadi korban. Pasalnya hingga hari ini, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 14 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Saya menyampaikan simpati, empati, dan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Saya juga meminta agar seluruh korban luka mendapatkan penanganan maksimal dari KAI dan fasilitas kesehatan, tanpa kompromi,” kata Abdul, dalam keterangan persnya, Selasa, 28 April 2026.
Menurutnya, insiden ini merupakan alarm keras bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional. Sehingga tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa.
“Peristiwa ini menegaskan bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama. Ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi sinyal adanya potensi persoalan sistemik yang harus segera dibenahi,” tegasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan berbasis pada semua aspek, baik faktor manusia, teknis, maupun sistem operasional.
Sementara Komisi V DPR RI, akan terus mengawal proses investigasi serta memastikan hasilnya ditindaklanjuti dengan langkah konkret demi memperkuat sistem keselamatan transportasi publik di Indonesia.
