PAM JAYA Gandeng Mitra Global Air Bersih

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 28 April 2026 | 14:52 WIB
Penandatanganan NDA (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Penandatanganan NDA (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA) membuka peluang kerja sama internasional guna mempercepat pemenuhan layanan air bersih di Jakarta. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) dengan perusahaan multinasional Bin Zayed International.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan penjajakan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengejar target cakupan layanan air minum penuh di Ibu Kota. 

“Kami menargetkan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta. Karena itu, kami perlu bermitra dengan pihak yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan teknologi,” ujar Arief dalam keterangan resminya dikutip Selasa (28/4/2026). 

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang lebih berfokus pada ekspansi jaringan, kata dia, kerja sama ini juga diarahkan untuk menjawab persoalan teknis yang selama ini membebani kinerja perusahaan, terutama tingginya tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW). 

Arief menyebut persoalan tersebut semakin kompleks karena kepadatan kota dan tumpang tindih infrastruktur bawah tanah.

“Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar. Tantangannya tidak sederhana karena jaringan utilitas yang kompleks dan kebutuhan layanan yang terus meningkat,” tuturnya. 

Adapun penandatanganan NDA menjadi tahap awal sebelum masuk ke pembahasan teknis dan potensi investasi. Melalui kesepakatan ini, kedua pihak akan mulai bertukar data dan melakukan kajian terkait pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta.

Kerja sama ini juga tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, Bin Zayed International telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota. Pertemuan itu membuka komunikasi awal terkait peluang investasi di sektor infrastruktur perkotaan.

Selain SPAM, perusahaan asal Timur Tengah tersebut juga menyatakan ketertarikan pada proyek besar lain di Jakarta, termasuk pembangunan Giant Sea Wall. Minat ini dinilai sejalan dengan ambisi pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur kota menuju status kota global.

Arief menegaskan, meskipun membuka ruang kolaborasi internasional, PAM JAYA tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. 

“Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas, melainkan pintu masuk agar kerja sama berjalan profesional dan berbasis kajian matang,” kata Arief. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI