Penampakan Gerbong KRL Ringsek Parah, Diduga Masih Ada Korban di Dalam
SinPo.id - Kecelakaan hebat melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi tadi malam. Insiden itu mengakibatkan gerbong belakang kereta KRL hancur parah.
Pantauan SinPo.id di lokasi, sejumlah anggota dari Tim SAR, TNI, dan Polri masih melakukan proses evakuasi. Terlihat gerbong yang ditumpangi para wanita ringsek parah. Beberapa gerbong lainnya retak.
Sementara, bagian kepala kereta jarak jauh yang sempat menancap tembus ke gerbong KRL sudah berhasil dievakuasi. Yang tersisi hanya tiga gerbong KRL masih proses evakuasi petugas gabungan.
Beberapa pecahan kaca dan dinding KRL masih berserakan di lokasi kejadian. Tepat pukul 09.29, proses evakuasi oleh petugas gabungan masih berlangsung.
"Katanya masih masih ada korban di dalam, terjepit," kata salah satu anggota Basarnas.
Dirut Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengatakan, jumlah korban luka akibat tabrakan kereta antara Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur bertambah. Hingga saat ini, total 7 orang meninggal dunia.
"Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 (tujuh) orang," kata Bobby.
Adapun jumlah korban yang dievakuasi ke rumah sakit telah mencapai sebanyak 81 orang.
"Sementara itu, penumpang yang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam perawatan berjumlah 81," ujarnya.
