Menlu Iran Sampaikan Proposal Perdamaian ke Pakistan untuk Kembali Membuka Selat Hormuz
SinPo.id - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, telah menyerahkan proposal perdamaian kepada Pakistan yang menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Proposal tersebut diberikan setelah negosiasi langsung pada 11 April di Islambad gagal.
Dalam proposal perdamaian tersebut Iran sepakat akan kembali membuka Selat Hormuz jika perdamaian terwujud. Namun pihaknya mengenyampingkan pembicaraan mengenai program nuklir Teheran.
Gedung Putih belum mengkonfirmasi isi proposal Iran. Tetapi Juru bicara Olivia Wales mengatakan, AS hanya akan menyepakati perdamaian jika Iran berhenti dengan program nuklirnya.
"AS tidak akan bernegosiasi melalui pers dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, tidak pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir," kata Wales, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 28 April 2026.
Selain itu, belum jelas apakah Presiden AS Donald Trump akan menerima proposal Iran untuk menunda negosiasi nuklir. Karena Trump telah berulang kali menegaskan larangan terhadap Iran untuk memiliki senjata nuklir dan meminta Iran menghentikan program nuklir.
“Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu. Tetapi Teheran dipersilakan untuk menghubungi. Anda tahu ada telepon. Kami memiliki saluran yang bagus dan aman," kata Trump.
Sementara itu, Araghchi pada hari Senin dikabarkan telah melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburg, setelah mengunjungi Islamabad dua kali dalam dua hari.
