Iran Ajukan Proposal Baru ke AS Lewat Mediasi Pakistan, Fokus pada Selat Hormuz

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 28 April 2026 | 06:51 WIB
Iran (pixabay)
Iran (pixabay)

SinPo.id -  Iran melalui mediator Pakistan telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz, demikian dilaporkan Axios pada Senin 27 April 2026.

Menurut laporan yang mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber terkait, proposal tersebut bertujuan mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump, sementara pembahasan mengenai program nuklir akan ditunda ke tahap berikutnya.

Sumber Axios menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membahas proposal ini dalam pertemuan di Islamabad. Araghchi menegaskan adanya perbedaan pandangan di internal kepemimpinan Iran terkait sejauh mana konsesi nuklir yang bersedia diberikan untuk mencapai kesepakatan final dengan AS.

Proposal Iran menekankan bahwa kesepakatan awal mengenai Selat Hormuz dan pencabutan blokade AS atas pelabuhan Iran akan mengurangi tekanan terhadap Teheran, sekaligus menyulitkan Washington untuk memaksa Iran menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya dan menghentikan aktivitas pengayaan dalam jangka panjang.

Bagi Trump, isu penghentian pengayaan uranium dan pengalihan stok uranium keluar dari Iran merupakan tujuan utama dalam konfrontasi dengan Teheran, baik melalui jalur diplomasi maupun opsi militer. Namun, belum jelas apakah AS akan menerima proposal terbaru Iran tersebut.

Di sisi lain, Abbas Araghchi tiba di Rusia pada Senin untuk membahas konflik regional dan perkembangan terbaru dalam negosiasi dengan AS. Ia dijadwalkan bertemu Presiden Vladimir Putin.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI