Green SM Indonesia Dukung Investigasi Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 28 April 2026 | 05:44 WIB
Kondisi kereta tampak hancur usai bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. (Agus Priatna/SinPo.id)
Kondisi kereta tampak hancur usai bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id -  Manajemen taksi hijau Green SM Indonesia menyatakan telah menyampaikan informasi relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi atas insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026 malam.

Dalam pernyataan resmi melalui akun Instagram @id.greensm, Selasa 28 April 2026 dini hari, manajemen menegaskan perhatian penuh terhadap insiden tersebut. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tulis Green SM.

Pihak perusahaan juga berjanji akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa insiden ini diduga bermula dari KRL yang menabrak taksi hijau di perlintasan JPL 85. Hal tersebut diduga mengganggu sistem perkeretaapian di sekitar Stasiun Bekasi Timur hingga berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

Meski demikian, Bobby menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Insiden ini menyebabkan gangguan besar pada perjalanan kereta di lintas Bekasi. Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara penanganan difokuskan pada penumpang KRL. Hingga kini, tercatat 38 penumpang KRL dirawat di rumah sakit dan empat orang meninggal dunia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI