Polda Jabar Imbau Buruh Waspadai Penyusup dan Provokator saat May Day

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 27 April 2026 | 23:21 WIB
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan (SinPo.id/ Humas Polri)
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan (SinPo.id/ Humas Polri)

SinPo.id - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Polda Jawa Barat mengambil langkah proaktif untuk menjamin keamanan ruang publik. Jajaran kepolisian secara resmi mengeluarkan imbauan tegas agar elemen buruh dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan oleh kelompok tertentu yang berniat memicu tindakan anarkis di tengah massa aksi.

Langkah antisipatif ini merupakan komitmen nyata Polri dalam menjaga agar kemurnian aspirasi para pekerja tidak tercoreng oleh provokasi pihak ketiga yang ingin menciptakan kerusuhan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan, dalam kerumunan massa yang besar, risiko masuknya pihak luar yang tidak berkepentingan sangatlah tinggi. Oleh karena itu, jajaran Polda Jabar telah memperketat pengawasan di berbagai titik strategis guna mengidentifikasi setiap pergerakan mencurigakan sejak dini.

“Kami mengimbau para pimpinan serikat buruh agar lebih jeli memantau barisan masing-masing. Segera lapor kepada petugas jika ditemukan individu yang mencoba memancing keributan. Kita harus menjaga situasi agar tetap kondusif dan menghindari potensi gesekan di mana Polisi dan TNI dibenturkan dengan buruh serta masyarakat,” ujar Hendra, dikutip dari laman resmi Polri, Senin, 27 April 2026.

Selain fokus pada pengamanan massa, Polda Jabar juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas situasional di pusat-pusat kota. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hak buruh dalam menyuarakan pendapat dan hak masyarakat umum untuk tetap beraktivitas dapat berjalan selaras tanpa adanya gangguan mobilitas yang berarti.

"Polri berkomitmen memberikan pengawalan yang humanis, namun tetap memiliki kesiapan penuh untuk melakukan tindakan tegas jika terjadi pelanggaran hukum atau pengrusakan fasilitas publik," katanya 

Hendra menegaskan, stabilitas keamanan Jawa Barat adalah harga mati. Kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang terbukti melakukan tindakan anarkis yang merugikan kepentingan umum.

“Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pelanggaran hukum. Kami berharap May Day tahun ini menjadi momentum yang damai dan bermartabat. Dengan kewaspadaan bersama, kita jaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat tetap kondusif,” pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI