Kemenhaj: 88 Kloter Jemaah Haji Telah Berangkat, Bawa 34.657 Jemaah

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 27 April 2026 | 22:23 WIB
Ilustrasi petugas sedang mendorong jemaah asal Indonesia. (SinPo.id/dok. Kemenag)
Ilustrasi petugas sedang mendorong jemaah asal Indonesia. (SinPo.id/dok. Kemenag)

SinPo.id - Secara kumulatif, jumlah kelompok terbang atau kloter yang telah diberangkatkan sebanyak 88 kloter dengan 34.657 jemaah. Sementara itu, untuk data ketibaan di Madinah sejumlah 78 kloter dengan 30.611 jemaah. 

"Jadi setibanya di bandara, jemaah haji langsung mendapatkan berbagai layanan dari petugas haji dan langsung diarahkan menuju ke hotel yang telah disiapkan," ujar Jubir Kemenhaj, Maria Assegaf, Senin, 27 April 2026.

Proses kedatangan, kata Maria, berlangsung tertib dengan prioritas layanan bagi jemaah lansia, disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

Dari sisi layanan kesehatan, pemerintah memastikan seluruh jemaah haji mendapatkan pelayanan optimal. Petugas kesehatan siaga memberikan layanan di berbagai titik, mulai dari kloter, sektor, hingga fasilitas kesehatan. Jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akan segera ditangani dan kondisinya terus dipantau sebagai bagian dari perlindungan jemaah.

Hingga saat ini, jemaah yang rawat jalan sebanyak 906 orang, kemudian dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) berjumlah 25 jemaah, dan ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 30 jemaah. Sementara itu, jumlah jemaah yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 24 orang.

Maria juga menyampaikan perkembangan layanan utama bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. 

Pertama, layanan konsumsi. Sebanyak 213.967 boks makanan telah didistribusikan kepada 29.834 jemaah. Layanan ini didukung oleh 23 dapur di Madinah.

Kedua, layanan akomodasi. Jemaah yang telah terlayani akomodasi di Madinah sebanyak 29.925 orang dengan total 38 hotel dari 100 hotel yang disiapkan. Seluruh hotel berada di kawasan Markaziah, area utama yang terdekat dengan Masjid Nabawi.

"Karena di Madinah lokasi hotel relatif dekat dengan Masjid Nabawi, kami mengimbau kepada jemaah untuk tidak terburu-buru kembali ke hotel setelah salat, melainkan memanfaatkan waktu untuk berzikir dan beribadah di masjid," pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI