Kemendag: LEGO Buka Store Terbesar di Asia Tenggara Bukti Kepercayaan Investor Global

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 27 April 2026 | 11:19 WIB
Pembukaan LEGO Certified Store di Grand Indonesia. (SinPo.id/dok. Kemendag)
Pembukaan LEGO Certified Store di Grand Indonesia. (SinPo.id/dok. Kemendag)

SinPo.id - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan menilai, kehadiran LEGO Certified Store terbaru di Indonesia merupakan cerminan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi nasional yang tetap tangguh dan resilien. 

Menurut Iqbal, gerai yang dinobatkan sebagai yang terbesar di Asia Tenggara ini, menjadi bukti nyata sektor ritel dalam negeri tetap prospektif, didukung konsumsi domestik dan daya beli masyarakat yang terjaga.

"Gerai ini memacu aktivitas perdagangan ritel domestik. Masyarakat kini memiliki destinasi belanja inovatif di dalam negeri. Investasi ini juga membuktikan kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia yang solid," kata Iqbal dalam pembukaan LEGO Certified Store di Grand Indonesia, dikutip Senin, 27 April 2026. 

Iqbal menyatakan, kehadiran pelaku usaha global turut memperkuat posisi Indonesia menjadi bagian penting dari rantai pasok internasional. Dan kehadiran LEGO mempertegas potensi Indonesia sebagai basis produksi sekaligus mitra strategis dalam perdagangan global. 

"Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat pasar dalam negeri serta mendorong ekspor nasional," kata Iqbal.

Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen, didorong konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 53,63 persen terhadap Produk Domesik Bruto (PDB). Selain itu, Indeks Penjualan Eceran Riil juga tumbuh sekitar 5 persen year-on-year, yang menunjukkan aktivitas perdagangan domestik dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Iqbal memaparkan, tren positif tersebut masih berlanjut pada 2026. Pertumbuhan ekonomi triwulan I diperkirakan berada di kisaran 5,5 persen (yoy). Dari sisi perdagangan luar negeri, neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus sebesar US$ 2,23 miliar yang mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang kuat dan stabil.

Bagi Iqbal, kehadiran LEGO tak hanya memperkuat sektor ritel, tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai pasar potensial bagi industri kreatif, khususnya mainan edukatif. 

"Dengan dukungan komunitas yang kuat, gerai ini berpotensi menjadi destinasi yang mengintegrasikan aspek perdagangan, kreativitas, dan pariwisata, sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap LEGO Certified Store dapat mendorong peningkatan produktivitas dan inovasi dalam negeri, sekaligus memperluas kolaborasi antara pelaku usaha global dan domestik. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk memperkuat ekosistem perdagangan serta membuka peluang keterlibatan yang lebih luas bagi pelaku usaha dalam negeri, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Gerai ini memadukan perdagangan, kreativitas, dan pariwisata. Kami mengundang masyarakat untuk datang dan berinovasi melalui mainan edukatif. Kami juga mendorong LEGO berkolaborasi dengan UMKM lokal. Langkah strategis ini akan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri mainan global," pungkas Iqbal.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI