Kekecewaan Masyarakat Israel Terhadap Kepemimpinan Netanyahu Meningkat

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 27 April 2026 | 08:18 WIB
PM Israel Netanyahu (SinPo.id/AFP)
PM Israel Netanyahu (SinPo.id/AFP)

SinPo.id - Kekcewaan masyarakat Israel terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu anjlok setelah serangan Hamas pada 2023 lalu, yang kemudian disusul serangan Hizbullah dan Iran.

Meskipun perang terbaru melawan Iran dan Hizbullah mendapat dukungan dari masyarakat luas, tetapi hasil yang tidak meyakinkan telah membuat banyak warga Israel merasa lelah dan kecewa.

“Orang-orang kecewa karena perang tersebut tidak mencapai tujuannya,” kata Dahlia Scheindlin, seorang analis politik di Tel Aviv. Dilansir dari AP, Senin, 27 April 2026.

Berdasarkan hasil jajak pendapat baru-baru ini, diketahui bahwa banyak warga Israel yang tidak puas dengan perang di Gaza yang dinilai belum terselesaikan. Pasalnya, Israel hanya berhasil melemahkan Hamas, dan hingga kini Hamas masih bertahan.

Kemudian dalam sebuah jajak pendapat dari Institut Demokrasi Israel, sebuah lembaga pemikir sentris di Yerusalem, warga Israel menilai pengelolaan perang oleh pemerintah Netanyahu di Iran lebih banyak negatif daripada positif.

Menginggat saat ini, militer Iran masih menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga dan kapal-kapal di Selat Hormuz. Sehingga, tujuan Netanyahu lainnya tetap tidak terpenuhi, bahkan ketika gencatan senjata diumumkan awal bulan ini.

“Setelah 925 hari pertempuran sejak 7 Oktober, Israel gagal meraih kemenangan telak di front mana pun,” tulis Yoav Limor, seorang komentator urusan militer terkemuka.

“Di akhir perang lainnya, Israel dipandang sebagai negara yang keputusannya tidak dibuat di Yerusalem, tetapi di Washington," imbuhnya.

Oleh sebab itu, banyak warga Israel tidak puas dengan kepemimpinan Netanyahu selama masa perang. Karena perang dengan Iran dan proksinya tidak berjalan sesuai rencana. Pemerintah Iran masih berkuasa. Sedangkan Hizbullah dan Hamas belum dikalahkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI