Massa Desak KPK Sita Aset Swasta Jika Gagal Bayar Pinjaman di Proyek PLTA Poso
SinPo.id - Massa yang tergabung dalam Gerakan Keadilan dan Perubahan Nusantara bersama Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) menggelar aksi di depan gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 April 2026.
Mereka menuntut KPK dan aparat penegak hukum lainnya untuk mengusut dugaan kredit macet perusahaan swasta yang mengerjakan proyek PLTA Poso. Dalam aksi tersebut, massa sempat mengamuk dengan membakar ban.
"Kami menuntut KPK segera sita aset jika Gagal bayar dalam proyek PLTA Poso dan menuntut agar menghentikan pinjaman Bank Negara jadi mesin Kalla Group," ujar perwakilan massa aksi, Al Maun dalam keterangan persnya.
Al Maun mengatakan, KPK perlu terlibat mengusut dugaan kredit bermasalah di untuk memastikan uang negara tidak mengalami kerugian jika terjadi gagal bayar.
Al Maun mengungkapkan bahwa ada perusahaan swasta yang mengelola PLTA Poso melakukan pinjaman dengan skema pembiayaan sindikasi atau kredit sindikasi yang sebenarnya merupakan hal yang lumrah dalam praktik perbankan global.
Dalam kaitannya dengan itulah, kata dia, 4 bank Himbara atau Himpunan Bank Milik Negara dan satu lembaga pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan memberikan pinjaman ke perusahaan tersebut.
"Skema sindikasi sendiri bukan hal aneh. Dalam praktik perbankan global, pembiayaan proyek besar memang sering dilakukan secara bersama-sama untuk menyebar risiko. Namun, yang menjadi sorotan bukan sekadar mekanismenya, melainkan skala dan konsentrasinya ketika perusahaan menerima aliran dana dalam jumlah besar dari bank-bank negara secara kolektif, publik berhak tahu, seberapa sehat keputusan ini," jelas Al Maun.
Menanggapi isu tersebut, sebelumnya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa soal kabar yang beredar di media sosial terkait dugaan perusahaan miliknya yang disinggung memiliki kredit macet mencapai Rp30 triliun merupakan hal yang tidak benar.
"Perusahaan saya sudah 75 tahun. Tidak satu pun Hadji Kalla pernah kredit macet. Satu kali pun tidak pernah kredit macet," ujar Jusuf Kalla saat konferensi pers di kediamannya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Pria yang akrab disapa JK itu bahkan mengatakan pihaknya tidak pernah telat membayar cicilan satu hari pun.
