BPBD DKI Soroti 5 Kelurahan dengan Kasus Kebakaran Tertinggi, Korsleting Jadi Pemicu Utama

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 24 April 2026 | 20:26 WIB
Kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji Bekasi (SinPo.id/Tangkapan layar)
Kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji Bekasi (SinPo.id/Tangkapan layar)

SinPo.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyoroti pola penyebab kebakaran yang berulang di lima kelurahan dengan angka kejadian tertinggi sepanjang 2021-2025. Faktor kelistrikan hingga kepadatan permukiman dinilai menjadi pemicu dominan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan lima wilayah tersebut meliputi Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Penjaringan, Pegadungan, dan Pulo Gebang.

“Dari 2021-2025, terdapat lima kelurahan yang paling sering dilaporkan mengalami kebakaran,” kata Yohan, Jumat, 24 April 2026.

Dia menjelaskan, secara statistik sekitar 70-80 persen kebakaran di Jakarta dipicu korsleting listrik. Di sejumlah wilayah seperti Kapuk dan Penjaringan, kata dia, kondisi itu diperparah oleh penggunaan alat elektronik yang melebihi kapasitas daya, instalasi tidak standar, serta penggunaan kabel dan stop kontak tanpa sertifikasi.

Selain faktor kelistrikan, lanjut Yohan, kepadatan bangunan turut mempercepat penyebaran api. 

“Konstruksi semi permanen dengan material seperti kayu atau triplek membuat api merambat sangat cepat sebelum petugas tiba,” ungkap dia. 

BPBD DKI juga mencatat keberadaan industri rumahan dan pergudangan di kawasan seperti Cengkareng Timur, Pegadungan, dan Pulo Gebang meningkatkan risiko kebakaran. Aktivitas produksi yang berdampingan dengan hunian dinilai memperbesar potensi munculnya sumber api.

Di sisi lain, Yohan menyebut, faktor manusia masih menjadi pemicu yang kerap terjadi. Kelalaian penggunaan kompor hingga pembakaran sampah tanpa pengawasan disebut berkontribusi terhadap munculnya api yang kemudian merembet ke bangunan sekitar.

“Aktivitas membakar sampah yang tidak diawasi sering menjadi pemicu api merembet ke bangunan sekitar,” ujar Yohan.

Sebagai langkah mitigasi, dia mengatakan, BPBD DKI bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta memprioritaskan lima wilayah tersebut dalam program Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) serta pemasangan Lampu Otomatis Pemutus Arus (LOVA). 

"Upaya ini ditujukan untuk menekan risiko kebakaran, terutama yang disebabkan gangguan listrik," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI