Gubernur DKI Jakarta Kejar Sister City Shenzhen

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 23 April 2026 | 13:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan kerja sama sister city antara Jakarta dan Shenzhen, Tiongkok, dapat ditandatangani pada November 2026. 

Rencana itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mencari solusi atas persoalan perkotaan.

Kesepakatan awal kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Pramono dengan Executive Vice Mayor Shenzhen Tao Yongxin di Fuzhong 3rd Road, Shenzhen, Rabu, 22 April 2026.

“Kami berharap dapat menyusun Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal, untuk kemudian dilanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shenzhen,” kata Pramono dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Dia menyebutkan, kerja sama antarkota ini diharapkan menjadi sarana pertukaran pengalaman dalam menangani persoalan khas kota besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa dan kawasan aglomerasi Jabodetabek mencapai 42 juta jiwa, Jakarta menghadapi tantangan kompleks, mulai dari transportasi hingga banjir.

“Jakarta menghadapi persoalan yang dulu juga dialami Beijing, seperti transportasi, kemacetan, polusi, hingga banjir. Kami ingin belajar dari Shenzhen sebagai role model,” ujar Pramono.

Sementara itu, Executive Vice Mayor Shenzhen Tao Yongxin menyambut positif rencana tersebut. Dia mengusulkan agar kerja sama dimulai melalui skema friendship city sebelum ditingkatkan menjadi sister city. 

“Kami ingin memulai dari friendship city sebagai langkah awal menuju sister city,” tutur dia. .

Selain itu, Tao menawarkan empat bidang kerja sama utama, yakni teknologi dan inovasi, pertukaran budaya dan mahasiswa, serta sektor maritim. 

Menurut dia, posisi Indonesia yang strategis di jalur maritim global menjadi nilai tambah dalam pengembangan kolaborasi.

Tao juga menyoroti peluang kerja sama dalam pengembangan transportasi dan teknologi kota pintar. Ia menyatakan kesiapan Shenzhen untuk melibatkan sektor swasta dalam proyek di Jakarta. 

“Kami terbuka untuk mengirim perusahaan Shenzhen ke Jakarta, mulai dari elektrifikasi kendaraan, pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk layanan publik,” ujarnya.

Adapun Shenzhen dikenal sebagai kota dengan pertumbuhan pesat di bidang teknologi sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada 1980. Dengan populasi sekitar 20 juta jiwa, kota ini menjadi salah satu pusat inovasi global.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI