Dunia Puji TNI! Pembebasan Pilot Susi Air Bikin Indonesia Bangga
SinPo.id - Keberhasilan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membebaskan pilot Philip Mark Mehrtens dari penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, tidak hanya mengakhiri krisis kemanusiaan, tetapi juga mendapat apresiasi internasional.
Pemerintah Selandia Baru memberikan penghargaan kepada Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon atas peran dalam operasi tersebut.
Penghargaan itu diserahkan oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Nathan Taula, dalam pertemuan di Jakarta.
Bagi pemerintah Selandia Baru, keberhasilan pembebasan sandera tersebut mencerminkan kemampuan TNI dalam menangani situasi berisiko tinggi secara profesional dengan tetap mengedepankan keselamatan.
Pembebasan Mehrtens pada September 2024 menjadi perhatian dunia karena dilakukan di tengah kompleksitas keamanan di Papua. Pada saat itu, Richard Tampubolon menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III dan berperan dalam mengoordinasikan operasi di lapangan. Pusat Penerangan TNI menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil dari perencanaan matang dan koordinasi lintas satuan yang solid.
Di luar aspek teknis operasi, keberhasilan ini dinilai memiliki makna strategis yang lebih luas.
Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto menilai, pembebasan sandera tersebut mencerminkan kapasitas TNI dalam mengelola konflik secara terukur tanpa memperluas eskalasi.
Menurut Heri, dalam perspektif geopolitik, keberhasilan TNI menunjukkan bahwa pendekatan keamanan yang dikombinasikan dengan pertimbangan kemanusiaan dapat menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola situasi krisis dengan pendekatan yang seimbang. TNI tidak hanya mengedepankan kekuatan, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, sehingga operasi dapat berjalan efektif tanpa memperbesar risiko konflik," ujar Heri dalam keterangannya, Rabu, 22 April 2026.
Ia menilai, pengakuan dari Selandia Baru bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga legitimasi internasional atas profesionalisme TNI. Dalam konteks hubungan antarnegara, hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor yang kredibel dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Pengakuan ini penting dalam konteks diplomasi pertahanan. Ini memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam menangani konflik bersenjata secara terukur dan bertanggung jawab,” kata dia.
Lebih lanjut, Heri menambahkan keberhasilan tersebut juga berdampak pada peningkatan kepercayaan global terhadap institusi pertahanan Indonesia.
"Pengakuan dunia ini dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang keamanan dan stabilitas regional", ujarnya.
Selain penyerahan penghargaan, pertemuan antara TNI dan pemerintah Selandia Baru juga membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang pertahanan. Kedua pihak memandang kolaborasi tersebut penting untuk menjaga stabilitas kawasan, khususnya di wilayah Pasifik.
