PUKAT Soroti Mandeknya Kasus Stadion Barombong

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 22 April 2026 | 20:37 WIB
Stadion Barombong Makassar (SinPo.id/ Dok. Pribadi)
Stadion Barombong Makassar (SinPo.id/ Dok. Pribadi)

SinPo.id - Mandeknya penanganan hukum proyek Stadion Barombong menjadi sorotan kalangan akademisi. Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Patria Artha Makassar (PUKAT UPA) menilai ada potensi kerugian negara besar yang belum ditindaklanjuti secara serius.

Ketua PUKAT UPA, Bastian Lubis, mengatakan hingga kini belum terlihat langkah strategis aparat penegak hukum meski proyek telah berjalan lebih dari satu dekade dan menyerap anggaran besar. 

“Saya rasa belum ada langkah strategis (hukum). Jadi saya melihat itu merupakan suatu potensi kerugian negara yang sangat-sangat besar karena tidak dapat dimanfaatkan,” kata dia, Rabu, 22 April 2026.

Menurut Bastian, kondisi stadion yang mangkrak, bahkan sempat mengalami kerusakan konstruksi, memperkuat urgensi dilakukan investigasi menyeluruh. 

Dia menilai rentang waktu persoalan yang panjang membuka kemungkinan adanya masalah serius dalam tata kelola proyek.

Adapun sejumlah temuan sebelumnya turut menguatkan indikasi tersebut. Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sulawesi Selatan mencatat persoalan status lahan yang belum jelas serta kelemahan struktur bangunan. Namun, rekomendasi itu tidak berujung pada proses hukum.

Selain itu, data Komisi Pengawas Persaingan Usaha menunjukkan adanya rekanan yang masuk daftar hitam tetap terlibat dalam proyek. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan.

Bastian mendesak adanya kejelasan dari pihak terkait untuk menuntaskan persoalan yang berlarut-larut. 

“Menurut saya dewan perwakilan rakyat harus mempertanyakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengakui masih adanya kendala lahan dalam proyek tersebut. 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Suherman, menyebut persoalan itu menjadi kewenangan biro terkait.

"Itu kewenangannya di Biro Hukum atau Biro Aset. Yang jelas, Pemprov menginginkan stadion internasional,” kata Suharman.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI