BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Perairan Indonesia 22–25 April 2026
SinPo.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Peringatan ini berlaku mulai Rabu 22 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu 25 April 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam siaran pers resminya, BMKG menyoroti peningkatan gelombang di wilayah strategis, terutama Samudra Hindia selatan Indonesia dan sebagian perairan timur. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, termasuk nelayan dan kapal penyeberangan.
Pola Angin Picu Gelombang Tinggi
BMKG menjelaskan, pola angin aktif menjadi pemicu utama. Di utara, angin bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 4–20 knot. Sementara di selatan, angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan lebih tinggi, 6–25 knot. Kecepatan tertinggi terpantau di Laut Arafuru, yang turut memperkuat potensi gelombang tinggi.
Wilayah dengan Gelombang 1,25–2,5 Meter
Gelombang sedang berpotensi terjadi di:
Samudra Hindia barat Aceh, Nias, Mentawai, Bengkulu
Samudra Hindia selatan NTB
Laut Sulawesi bagian timur
Laut Arafuru (barat, tengah, timur)
Samudra Pasifik utara Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya
Wilayah dengan Gelombang Tinggi 2,5–4 Meter
Gelombang lebih tinggi diperkirakan melanda:
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Samudra Hindia selatan Bali, NTT
Laut Maluku
Samudra Pasifik utara Maluku
Risiko bagi Pelayaran
BMKG menegaskan, kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Ambang batas risiko antara lain:
Perahu nelayan: berisiko pada angin ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 m
Kapal tongkang: berisiko pada angin ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 m
Kapal feri: berisiko pada angin ≥21 knot dan gelombang ≥2,5 m
Imbauan BMKG
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal diminta meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG. Kondisi laut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi gelombang tinggi selama periode peringatan ini.
