Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Bahlil Ingatkan Orang Mampu Jangan Ambil Jatah Subsidi

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 21 April 2026 | 01:37 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (SinPo.id/ Dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (SinPo.id/ Dok. ESDM)

SinPo.id -  Harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan pesat per Sabtu 18 April 2026, memunculkan kekhawatiran adanya perpindahan pengguna ke BBM subsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

“BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa tidak malu kita?” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin 20 April 2026.

Bahlil menekankan pemerintah telah menerapkan kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi agar tepat sasaran. Ia mencontohkan pembatasan 50 liter per hari untuk mobil pribadi, yang menurutnya sudah cukup untuk menempuh jarak 300–400 kilometer. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi kendaraan logistik seperti bus dan truk pengangkut bahan pokok.

Untuk kendaraan roda dua, Bahlil menyebut belum ada pembatasan, tetapi ia mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan dengan pengisian berulang menggunakan jeriken atau bolak-balik ke SPBU. “Kita harus punya hati. Janganlah kau pakai jeriken, janganlah kau bolak-balik, kasihan rakyat kita,” tegasnya.

Dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah berkomitmen menjaga agar subsidi tetap dinikmati masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus mencegah praktik penyalahgunaan oleh kelompok mampu.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI