Trump Ancam Iran: Terima Kesepakatan atau Hadapi Kehancuran

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 20 April 2026 | 06:05 WIB
Foto: AP
Foto: AP

SinPo.id -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Dalam unggahan di Truth Social, Minggu 19 April 2026, Trump memperingatkan akan menghancurkan “setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan” di Iran jika negara itu menolak tawaran kesepakatan yang disebutnya “sangat adil dan masuk akal.”

Trump menuduh Iran melanggar gencatan senjata dengan menembaki kapal di Selat Hormuz, termasuk kapal milik sekutu utama AS, Prancis dan Inggris. “Iran memutuskan untuk menembak kemarin di Selat Hormuz — pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata!” tulisnya.

Presiden menegaskan kesabaran Washington terhadap Teheran semakin menipis. “NO MORE MR. NICE GUY!” ujarnya, menekankan bahwa AS siap mengambil tindakan tegas jika diplomasi gagal.

Trump juga mengklaim blokade yang dipimpin AS telah menutup jalur vital tersebut, merugikan Iran hingga sekitar 500 juta dolar AS per hari, sekaligus mengalihkan permintaan energi global ke produsen Amerika di Texas, Louisiana, dan Alaska.

Meski ancaman terus dilontarkan, Trump menyebut jalur diplomasi tetap terbuka. Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance bersama utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan menuju Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan perundingan.

Sebelumnya, Axios melaporkan Trump menggelar rapat darurat di Situation Room bersama pejabat tinggi, termasuk Menlu Marco Rubio, Menteri Perang Pete Hegseth, dan Direktur CIA John Ratcliffe. Gencatan senjata saat ini akan berakhir dalam beberapa hari, dan tanpa terobosan, risiko pecahnya kembali konflik semakin besar.

Iran mengaku telah menerima proposal baru dari AS dan sedang meninjau, namun belum memberikan komitmen. Tindakan militer Iran di Selat Hormuz disebut memperumit negosiasi terkait program nuklir, khususnya soal pembatasan pengayaan uranium.

Trump menutup pernyataannya dengan menegaskan Iran “tidak bisa memeras” Amerika. Dengan pasar global yang cemas dan sekutu khawatir akan keamanan maritim, masa depan kawasan kini bergantung pada apakah Teheran akan menerima kesepakatan atau memilih konfrontasi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI