423 Tenaga Pendukung Siap Layani Jemaah Haji selama di Arab Saudi

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 19 April 2026 | 17:38 WIB
Tenaga pendukung ibadah haji 2026 (SinPo.id/ Dok. PPIH)
Tenaga pendukung ibadah haji 2026 (SinPo.id/ Dok. PPIH)

SinPo.id - Kedatangan jemaah haji Indonesia kloter pertama akan disambut secara langsung oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Arab Saudi Dr Abdul Aziz Ahmad. Sesuai rencana jemaah haji kloter pertama JKG akan tiba di Bandara Jeddah pada 22 April 2026 pukul 00.45 waktu Arab Saudi.

"Insyaallah untuk di hari Rabu pagi nanti diharapkan Dubes untuk Arab Saudi Bapak Dr Abdul Azis Ahmad bersama Konsul Jenderal RI di Jeddah Bapak Yusron B Ambary akan menjemput langsung jemaah haji dan tamu-tamu Allah yang tiba pada kesempatan pertama," ungkap Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal RI Jeddah Soeharyo Tri Sasongko, ditemui usai bimbingan teknis (Bimtek) tenaga pendukung PPIH Arab Saudi 2026 di Kantor Daker Madinah, Minggu, 19 April 2026.

Menurut Soeharyo, seluruh jemaah haji Indonesia sudah dibagikan kartu nusuk sejak di embarkasi. Hal itu akan memudahkan seluruh proses kedatangan ke Tanah Suci sekaligus mengurai permasalahan yang mungkin terjadi ke depannya.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengalami keterlambatan pembagian kartu nusuk. Tentunya ini patut disyukuri karena bisa diantisipasi di awal," kata dia.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementrian Haji dan Umrah RI Budi Agung Nugroho, menyebut seluruh lini mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi, sudah dalam posisi siap. Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah disebar ke Daker Madinah dan Bandara untuk memastikan transisi jemaah berjalan mulus.

Kloter pertama dari embarkasi JKG tahun ini juga masuk dalam skema fast track. Dampaknya, proses imigrasi di bandara akan berlangsung sangat cepat. Jemaah tersebut dijadwalkan mendarat di Jeddah pukul 00.45 waktu setempat.

"Karena skema fast track, di bandara kami hanya menyambut sekilas. Sambutan resmi yang lebih besar akan dilakukan saat jemaah tiba di hotel di Madinah," ujar Budi.

Berdasarkan estimasi waktu, jemaah kloter pertama membutuhkan waktu sekitar enam jam dari bandara menuju hotel di Madinah. Jika mendarat pukul 00.45 waktu Arab Saudi, mereka diprediksi tiba di penginapan pada pukul 06.50 pagi. Dipastikan tidak ada proses transit, sebab jemaah langsung diarahkan ke hotel yang telah dikontrak di wilayah Madinah.

Selama di Kota Nabi, jemaah akan tinggal selama 8 hingga 9 hari sehingga memungkinkan melaksanakan ibadah Arbain. Selama periode tersebut, aspek konsumsi menjadi jaminan utama.

"Jemaah akan mendapatkan layanan konsumsi maksimal sebanyak 27 kali selama di Madinah. Setelah hari kesembilan, barulah mereka akan digeser menuju Makkah untuk persiapan puncak haji," kata Budi.

Selanjutnya, satu hal yang menjadi perhatian serius tahun ini adalah ketertiban pergerakan jemaah dari bandara menuju bus. PPIH bekerja sama dengan Nusuk Marhaban dan Syarikah Duyuf Al-Bait untuk mengatur alur pergerakan jemaah.

"Kami mengatur pergeseran dari bandara ke bus dilakukan per regu dan per rombongan. Tujuannya, agar saat masuk bus hingga pembagian kamar hotel, jemaah tetap dalam ikatan kelompoknya. Ini kunci ketertiban," tegas Budi.

Sementara itu, terkait tenaga pendukung, total mencapai 423 personel yang terdiri dari warga Indonesia maupun mahasiswa yang tinggal di Arab Saudi. Mereka juga dibagi dalam dua daker yakni Madinah dan Bandara yang akan bersinergi dengan PPIH Arab Saudi dalam melayani jemaah. Terutama perihal akomodasi, transportasi dan konsumsi. Usai menjalami bimtek, seluruhnya akan langsung disebar ke ketugasan masing-masing.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI