Menkop: Jangan Takut Produk Tak Laku, Gerai Kopdes Prioritaskan UMKM
SinPo.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, produk-produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan menjadi prioritas untuk mengisi gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Karena, selama ini ternyata masyarakat mampu memproduksi sendiri barang-barang yang paling sederhana, namun terkendala oleh pemasaran.
"Jangan takut produknya nggak laku, karena kami akan prioritaskan produk-produk UMKM lokal yang akan mengisi rak-rak di Kopdes Merah Putih," kata Ferry dalam keterangannya, Minggu, 19 April 2026.
Ferry meminta seluruh stakeholder untuk bersama-sama mendorong UMKM di daerahnya masing-masing, agar didampingi, inkubasi, bahkan jika perlu dibiayai agar produk-produk lokal itu bisa mengisi gerai-gerai Kopdes.
"Ini perlu didorong bersama-sama, karena memang harapannya adalah produk-produk itu bisa diisi oleh kita sendiri," ujar Ferry.
Ferry memastikan, 83 ribu lebih Kopdes akan siap menjadi mesin baru produksi dan distribusi desa. Saat ini, Kopdes memasuki fase operasionalisasi.
"Per hari ini pembangunan yang sudah selesai 100 persen sudah 5.500 titik. Ini tidak lepas juga dari dukungan dari teman-teman dari daerah, provinsi, kabupaten, kota yang ada," paparnya.
Dia memaparkan, Kopdes memiliki tiga fungsi, pertama menjual dan menyalurkan barang-barang kebutuhan, barang-barang subsidi, barang-barang kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Barang-barang bersubsidi termasuk gas LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras SPHP, gula akan disalurkan melalui Kopdes.
Kedua, menjadi off-taker, menampung dan menyerap hasil produk masyarakat di desa dan kelurahan. Dan ketiga, menjadi instrumen terbawah dari program-program pemerintah pusat termasuk bantuan-bantuan dari pemerintah pusat kepada para penerima manfaat.
Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, kegiatan-kegiatan Kopdes akan menjadi instrumen baru bagi masyarakat desa dan kelurahan karena masyarakat desa itu tidak lagi hanya sekadar sebagai penerima manfaat, tapi mereka juga akan diubah menjadi pelaku atau subjek ekonomi.
"Ini akan mengubah betul-betul mindset ekonomi Indonesia dan diharapkan secara bertahap sistem ekonomi kita akan kembali berbasis kepada kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong royongan. Karena nanti misalkan di gerai-gerai sembako yang dijual di setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu adalah barang-barang yang juga diisi oleh produk-produk UMKM lokal," tutupnya.

