Renungan Suci di Monas, Pramono Soroti Pentingnya Empati dan Welas Asih
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan bahwa upaya menjaga perdamaian global tidak selalu lahir dari forum internasional, melainkan berakar dari sikap individu dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menghadiri Malam Renungan Suci untuk Kedamaian Dunia di kawasan Monumen Nasional, Sabtu malam, 18 April 2026.
Acara bertema “A Sacred Night for World Peace and Global Harmony” tersebut menjadi ruang refleksi lintas iman yang digagas organisasi Gema Sadhana.
Dalam sambutannya, Pramono mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai wadah memperkuat nilai kemanusiaan di tengah situasi global yang dinilainya kian kompleks.
“Dalam ajaran Hindu, kita mengenal nilai luhur Ahimsa, yaitu prinsip untuk tidak menyakiti, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Nilai ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada kekerasan, melainkan pada kasih, empati, dan welas asih,” kata Pramono dalam keterangan resminya, Minggu, 19 April 2026.
Dia juga menyinggung konsep Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Menurutnya, harmoni hanya dapat terwujud jika ketiga hubungan tersebut dijaga secara bersamaan.
Pramono menilai posisi Jakarta sebagai kota global membawa tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam merawat keberagaman.
Pemprov DKI, kata dia, akan terus mendukung kegiatan lintas agama dan budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan.
“Malam ini, kita menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah rumah bagi nilai toleransi, kebersamaan, dan perdamaian. Dari Jakarta, kita mengirimkan pesan bahwa kedamaian adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Dia mengingatkan agar nilai-nilai yang disampaikan dalam forum tersebut tidak berhenti sebagai seremoni.
“Saya mengajak seluruh masyarakat tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadikan nilai-nilai ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata dia.
Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Sashikala Premawardhane, serta Ketua Umum Gema Sadhana Kobalen, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
